Dewan Minta : Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpji 3 Kg

Banjarmasin, KP – DPRD Kota Banjarmasin melalui komisi II meminta agar Pertamina melalui Dirjen Migas menambah pasokan gas elpiji 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan bakar bersubdisi yang oleh pemerintah diperuntukan masyarakat menengah kebawah tersebut.

Pihak Pertamina melalui Dirjen Migas harusnya menindaklajuti permintaan penambahan gas elpiji 3 kilogram untuk kota Banjarmasin. Masalahnya, masyarakat golongan bawah yang membutuhkan bahan bakar itu di kota ini terus semakin bertambah.

“Hal ini disebabkan jika sebelumnya masyarakat agak takut menggunakan bahan bakar gas, namun sekarang mereka sudah mulai terbiasa dan mulai beralih meninggalkan bahan bakar minyak tanah,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi.

Kepada KP, Selasa (22/10), ia mengemukakan, menyusul kebijakan konversi pemerintah telah mencabut subsidi minyak tanah (mitan), sehingga selain sulit didapat harganyapun relatif mahal, sehingga satu-satunya pilihan harus menggunakan bahan bakas gas elpiji.

Faisal Hariyadi mengemukakan, permintaan penambahan pasokan gas elpiji 3 kilogram sangat wajar karena terungkap hingga saat ini kebutuhan masyarakat Kota Banjarmasin terhadap bahan bakar itu masih kurang.

Dari rapat kerja dengar pendapat dengan pihak Pertamina dan SKPD terkait yang dilaksanakan komisi II belum lama ini, ungkapnya, diketahui jatah atau kuota tabung gas elpiji 3 kilogram yang disediakan oleh PT Pertamina khususnya untuk Kota Banjarmasin, ternyata masih kurang hingga 800 ribu tabung lebih.

Berita Lainnya
1 dari 2.213

“Padahal setiap bulannya kebutuhan kita mencapai 4,4 juta tabung, sedangkan yang pasokan tersedia hanya 3,5 juta tabung. Jadi kurangnya masih mencapai sekitar 800 ribu tabung,’’ ujarnya.

Lebih jauh Faisal Hariyadi menilai, selama ini program konversi minyak tanah ke gas elpiji tampaknya belum berjalan lancar karena selain seringnya terjadi kelangkaan, hingga harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), khususnya ditingkat eceran.

Kondisi itu tambah diperparah, kata Faisal melanjutnya, banyak masyarakat yang sebenarnya mampu juga menggunakan gas elpiji 3 kilogram tersebut . “Padahal gas elpiji 3 kilogram dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu atau miskin,’’ tandasnya.

Ia mengatakan, rapat kerja dengar pendapat ini guna menindaklanjuti keluhan masyarakat dari kegiatan hasil reses yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Banjarmasin di lima kecamatan Kota Banjarmasin belum lama ini.

Dikatakannya, sejauh ini berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga yang terjadi, tentu saja sulit dilakukan. Jika faktanya memang demikian, ujarnya, maka hanya upaya kecil seperti pengawasan ketat distribusi hingga operasi pasar.

“Khabarnya pihak Pemko Banjarmasin sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina akan melakukan operasi pasar di 52 kelurahan yang ada. Khususnya di 15 titik kelurahan yang menjadi sasaran reses anggota dewan kemarin,’’ demikian Faisal Hariyadi. (nid/K-5)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya