Dipicu Dendam Lama, Dua Saudara Ipar Habisi Mursidi

BANJARMASIN, KP – Indrawan Nur Ahmad alias Indrawan (41), dan iparnya M Husni alias Dadang (34), dua pelaku penganiayaan hingga menewaskan Mursidi (41), menjalani rekonstruksi di depan Kantor Mapolsekta Banjarmasin Barat, yang berada di Jalan IR PHM Noor Banjarmasin Barat, Selasa (22/10) pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.

Rekontruksi dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, Iptu Sunarto, dengan dihadiri Lembaga Kosultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) ULM Banjarmasin, dan disaksiakn para saksi serta adik korban bernama Farid Prayitno.

Pada rekon sebanyak 35 adegan itu, korban Mursidi diperankan Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta Banjarmasin Barat.

Perkelahian dimulai dari adegan ke-8, di mana tersangka Dadang tak terima kakak iparnya yaitu Indrawan, dikasari korban.

Selanjutnya tersangka Dadang masuk ke dalam kamar mengambil senjata tajam (sajam) jenis pisau dari dalam tasnya dan serta parang, kemudian ditaruhnya dipinggang dan diselipkan dibalik baju. Sementara tersangka Dadang menyuruh mengambil sajam yang ada dinding.

Kedua tersangka ini sambil membawa sajam lainnya di kantongan plastik, lalu mencari korban dan bertemu di Jalan Sutoyo S Gang Rahayu RT 10 Banjarmasin Barat. Lalu tersangka Indrawan turun dari sepeda motor menanyakan soal kata-kata korban yang kasar kepada kakak iparnya.

Namun, saat itu korban malah menantang tersangka Indrawan berkelahi. Tersulut emosi tersangka Indrawan langsung mengejar korban sambil mengancungkan sajam kepada korban, tersangka Dadang pun ikut mengejar korban, dan langsung menebaskan parang kepada korban sehingga mengenai bagian kepala belakang korban.

Berita Lainnya
1 dari 852
Loading...

Ketika korban berbalik badan tersangka Dadang kembali mengayunkan parangnya ke arah depan sehingga mengenai bagian tangan sebelah kiri sebanyak dua kali. Korban pun terlungkup. Bukannya kasian, tersangka Dadang kembali mengayunkan parangnya ke leher korban sebanyak dua kali.

Selepas itu, kedua tersangka sambil membawa sajam melarikan diri. Warga kemudian berdatangan dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Soeharsono (TPT) Banjarmasin. Namun korban menghembuskan napas terakhirnya.

Keterangan Indrawan, rupanya menaruh dendam lama dengan korban, yakni pada 2012 silam atau tujuh tahun lalu dirinya dan anaknya pernah disiram pakai air keras, sehingga membuatnya dan anaknya memiliki bekas luka.

Masalah bermula lantaran anaknya yang belanja di tempat istri korban dimarahi, lalu istri saya mendatangi, tapi ikut ditampar korban.

“Saya marah kepada korban, lalu mendatangi korban, tapi saat itu saya dan anak disiram pakai cuka getah, hingga kini wajah anak saya masih berbekas luka siram,” ujarnya.

Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Mars Suryo Kartiko SIk melalui Kanit Reskrim, Iptu Sunarto, mengatakan diadakannya rekonstruksi pembunuhan ini di halaman Mapolsekta, untuk menghindari hal-hal tak inginkan kalau dilaksanakannya di Tempat Kejadian Pekara (TKP).

Diketahui, dua tersangka melakukan penggeroyokan hingga menyebabkan Mursidi tewas bersimbah darah di kawasan Jalan Sutoyo S Komplek Imam Bonjol Gang Rahayu, Banjarmasin Barat, pada Minggu sore (22/9) lalu.

Korban Mursidi (41), warga Jalan Soetoyo S Gang Rahayu Banjarmasin Barat ini mengalami luka lacok pada pundak kanan, pundak kiri, pergelangan tangan kiri putus dan leher bagian kiri di bawah telinga. Akibatnya, korban meninggal dunia saat dilarikan ke RS.(fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya