Pejudo Kalsel rebut lima medali Di Kejurnas antar PPLP di Palu

H Hermansyah

Banjarmasin, KP – Perjuangan berat dilakukan pejudo Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Kalimantan Selatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo antar PPLP di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) yang berakhir, Minggu (20/10/2019).

Demi mendapatkan medali bagi Banua mereka rela cedera hingga patah tangan saat bertanding. Hasilnya sebanyak lima madali dibawa pulang ke Banua.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Selatan, H Hermansyah melalui Kabid Peembudayaan Olahraga Yuyu Rahmad didampingi Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Nurrahman, menjelaskan kepada ‘Kalimantan Post’ di Banjarmasin Rabu (23/10) kemarin, total ada lima medali satu medali perak dan empat perunggu yang diboyong ke banua.

“Tidak sia sia kita tampil di Palu lima medali dikumpulkan para judoka Banua di event nasional,” kata Hermansyah.

Kadispora Kalsel Hermansyah yang didampingi Yuyu Rahmad Mulyana menyebutkan, para pejudo binaan PPLPD merupakan atlet masa depan yang akan melanjutkan jenjang regenerasi.

“Prestasi yang dicapai saat ini harus ditingkatkan, minimal dipertahankan sebagai modal memasuki kelompok senior,” harapnya.

Semua keberhasilan atlet binaan Dispora Kalsel melalui program PPLP tersebut, lanjut Hremansyah berkat adanya apresiasi dan kepedulian tinggi dari Gubernur Paman Birin, sapaan akrab Gubernur H Syahbirin Noor, yang sangat peduli dalam membina dan memajukan olahraga di banua ini. Sehingga beliau mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, sebagai Gubernur Pembina Olahraga Terbaik di Indonesia.

Pejudo yang berhasil menyabet medali, lanjutnya, M Yahya (kelas-73 kg) yang menyumbang medali perak asal SMPN 1 Martapura.

Kemudian medali perunggu dipersembahkan Ahmad Qamaru Zaman (kelas -55 kg) perunggu utusan SMAN 1 Martapura, M Rizqon Ariadi (kelas -81 kg) asal SMKN 5 Banjarmasin, Gilang Ramadhan (kelas -60 kg) dari SMP 11 banjarmasin, dan Ryanto Marie Fadhillah (kelas -66 kg) perwakilan SMKN 5 banjarmasin.

Pencapaian prestasi pejudo Banua itu jelas sangat menggembirakan walaupun belum bisa meraih medali emas di even nasional ini.

Awal keberangkatan memang tidak terlalu dibebankan target, hanya saja ditekankan untuk tampil maksimal mengingat persaingan yang sangat ketat.

Namun hasil ini dibayar mahal setelah salah satu judoka Banua mengalami cedera serius dengan patah tangan saat bertanding.

“Informasinya ada judoka kita patah tangan saat bantingan namun saya belum tahu siapa judoka itu,” ujar Aspia menambahkan.

Hasil ini, tentunya, menjadi bahan evaluasi kedepannya agar prestasi pejudo Kalsel bisa lebih baik lagi.

“Dari kejuaraan tersebut, pelatih juga sudah mendapatkan gambaran tentang peta kekuatan secara nasional sehingga kedepannya sebagai modalam pembenahan pembinaan,” jelasnya. (rel/nfr/k-9)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...