Rumah Mastaniyah Hangus Gara-gara Lilin

Banjarmasin, KP – Mastaniyah hanya bisa tertunduk dan pasrah, niatnya mengadakan selamatan untuk keberangkatan ibadah Umrah terancam tak dilansungsungkan.

Pasalnya, rumahnya di Komplek Kebun Jeruk, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara diamuk si jago merah, Kamis (10/10) sekitar pukul 20.20 WITA.

Dari keterangan Mastaniyah, api pertama kali muncul dari lantai dua rumahnya. Asal mula api diduga dari lilin yang lupa dimatikan.

“Sebelumnya listrik padam, jadi anak saya menyalakan lilin untuk menerangi lantai atas,” ujar Mastaniyah.

Setelah itu, bebernya, ditinggal untuk menggoreng kerupuk yang rencananya dipakai untuk pelengkap konsumsi saat acara selamatan keberangkatan Umrah esok harinya (hari ini, red). “Besok (hari ini, red) syukurannya, Minggu depan kemungkinan berangkat,” tuturnya.

Keasyikan menggoreng rupanya lilin yang ditinggal menyala tadi lupa dimatikan. Padahal, listrik sudah menyala.

Tak lama kemudian, Mastaniyah heran, baru menyala sebentar listrik rumahnya justru padam. Ia pun sadar, lilin yang ada di loteng rumahnya lupa dimatikan.

“Saat saya cek ke atas api sudah berkobar,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 867
Loading...

Seketika itu pula, Mastaniyah menjerit histeris, karena api sudah membakar dinding atas rumahnya.

Warga yang mendengar pun langsung berhamburan untuk membantu memadamkan api, dan sebagian lainnya panik sambil menyelamatkan harta benda.

Beruntung petugas pemadam kebakaran cepat datang ke lokasi, begitu mendengar ada kebakaran.

Api pun dalam hitungan menit sudah bisa dikuasi dan tak sempat merembet ke rumah warga lainnya.

Atas kejadian itu si jago merah hanya menghanguskan rumah Mastaniyah.

Tak lama kemudian, sejumlah pihak kepolisian berdatangan ke lokasi untuk mendata sekaligus olah TKP.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Dodi Harianto mengingatkan, agar warga waspada akan kebakaran dengan tidak sembarangan menyalakan lilin dan dijauhkan dari benda atau bahan yang mudah terbakar, apalagi lilin yang menyala sampai ditinggalkan.

“Ini menjadi pelajaran agar selalu berhati-hati,” ingatnya. (fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya