Tanaman Bawang Merah Dan Cabai Mulai Terkenal Di Tapin

BUPATI TAPIN - HM Arifin Arpan bersama ketua TP. PKK kabupaten Tapin saat panen cabai Hiyung di desa Hiyung beberpa waktu lalu. (KP/Ist)

Rantau, KP – Cabai atau lombok Hiyung yang diambil dari nama sebuah kampung atau desa di kecamatan Candi Laras Selatan (CLS) kabupaten Tapin kini mulai banyak dikenal dan sudah mulai terkenal.

Mengingat Lombok Hiyung merupakan tanaman Hortikultura yang merupakan tanaman kebanggaan dan khas di desa Hiyung, jenis tanaman ini banyak dikembangkan oleh masyarakat setempat dan juga mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Tapin khususnya dinas Pertanian kabupaten Tapin.

Selain tanaman lombok Hiyung di Tapin juga sudah bisa ditanam dan dikembangkan tanaman bawang merah, tanaman bawang merah sudah beberapa tahun dapat ditanam dan dikembangkan di daerah ini khususnya pada kawasan dataran tinggi.

Melihat dari dua jenis tanaman yang sudah bisa ditanam dan dikembangkan di kabupaten Tapin hal ini menjadikan kabupaten Tapin mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah pusat khususnya kementerian pertanian.

Selain itu juga belum lama tadi pemerintah kabupaten Tapin yang diwakili oleh bupatinya HM. Arifin Arpan juga mendapatkan penghargaan dari dari berbagai kementerian dan lembaga negara di Jakarta.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengaku sangat senang dan bangga namun ia mengingatkan bahwa bukanlah penghargaan yang ia kejar namun yang penting tanaman bawang dan cabai dapat dimamfaatkan dengan baik dan yang penting lagi dapat menguntungkan bagi petaninya khususnya warga masyarakat yang mengembangkan dan menanamnya.

Menurut HM Arifin Arpan bahwa pengembangan cabai rawit Hiyung dan tanaman bawang merah adalah merupakan salah satu komitmen pemerintah kabupaten Tapin untuk mensejahterakan para petani di Tapin.

“Kita berharap dengan berhasil dan suksesnya tanaman bawang merah dan cabai Hiyung di daerah ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pembangunan pertanian terus kita akan dikembangkan,” ungkap bupat Tapin.

Menurutnya juga bahwa saat ini pemerintah kabupaten Tapin terus mendorong para petani cabai hiyung untuk dapat mengembangkan produknya baik itu cabai segar maupun cabai dalam kemasan yang dapat meningkatkan nilai jualnya terlebih pada saat harga cabai murah.

“Dengan dibuatnya cabai hiyung dalam kemasan berupa sambal yang sangat pedas dapat pula mengenalkan cabai Hiyung keseluruh Indonesia,” Pungkasnya. (ari/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...