Bank Kalsel Harus Bangun `Brand’ di Hati Nasabah

NARA SUMBER- Empat Nara sumber pada acara Sharing Session Media Gathering Bank Kalsel 2019 di Malang, Jumat-Sabtu (22-23/11) yang menghadirikan pembicara internal dan ekternal.

BANJARMASIN, KP – Guna membangun Brand Bank Kalsel kedepan Tag Linenya menuju Banua Lebih baik diperlukan evaluasi lagi. Karena selama ini terkesan kurang melekat dan mendapatkan tempat dihati masyarakat atau nasabahnya.

Hal itu terungkap dalam Sharing Session Media Gathering Bank Kalsel 2019 di Malang, Jumat-Sabtu (22-23/11) yang menghadirikan pembicara internal masing-masing Kepala Bagian Tranpormasi Devisi Perencanaan dan Strategi Yahdian Fajri dan Kepala Bagian dan Pengembangan Produksi dan Layanan Devisi Unit Usaha Syariah Haji Iwan, fakar ekonomi dari ULM Dr Arif Budiman juga Dr Hifni Alifahmi I APR.

Dihadapan 26 Jurnalis Kalsel, untuk membangun Brand atau Tag Line ini tujuannya dan sasarannya jelas. Karena jika perlu harus membumi, mengingat yang semula Bank Milik Urang Banu dan kini menjadi Menuju Banu Lebih baik belum jelas arahnya dan tujunnya, sehingga diperlukan pernyempurnaan dalam menuju Bank Kalsel dalam menghadapai era 4.0.

Bahkan dalam diskusi juga terungkap manajemen Bank Kalsel menyusun strategi besar perusahaan hingga 5 tahun ke depan “Strategi tersebut terkait people development dan proses digitalisasi,” ucap Kepala Bagian Tranformasi Korporat, Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Kalsel, Yahdian Fajri.

People Development, kata dia, sangat erat kaitannya dengan corporate culture dan leadership.“Ini merupakan bagian dari strategi. Sumber daya manusia itu sangat penting dalam kemajuan perusahaan ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Kalsel terus mendorong peningkatan kinerja dengan menggunakan teknologi atau digitalisasi agar lebih efisien.

Kepala Bagian Tranformasi Korporat, Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Kalsel, Yahdian Fajri mengatakan tranformasi 2020 mendatang, kita fokus pengembangan pelaku UMKM melalui digitalisasi. Karena demi menunjang digital tranformasi tersebut, berbagai program pun telah dicanangkan.

Mulai di sektor IT seperti Modernisasi Mobile Banking, Cardless ATM, Co Branding E-Money, dan QRIS (Scan QR Code). Kemudian, sektor Chanel meliputi Digital Branch, dan Sentra Layanan Digital Cash Management System II.

“Terakhir sektor Kredit yakni Redesain Kredit UKM dan Costumer, serta Kolaborasi Fintech,” pungkasnya.

Sebab sepanjang 2019, Bank Kalsel telah mengucurkan sedikitnya Rp300 miliar untuk pelaku usaha UMKM. Bahkan, ditargetkan akan mengalami kenaikan sekira Rp500 miliar pada 2020 mendatang.

Jadi, katanya, upaya yang terencana Analisis tren dan prediksi diharapkan akan memupuk hubungan baik dalam membangun saling pemahaman (mutual understanding) antara organisasi & pemangku kepentingan

Membangun citra positif dan reputasi institusi, akan menguatkan kredibilitas dan kepercayaan publik. Karena itulah media Gathering yang diseleggarakan Bank Kalsel dengan memboyong 20 media parnet ini diharapkan akan mencairkan kondisi dan pemikiran yang masih tersekat-sekat.

Jadi, koordinasi yang efektif akan mencapai tujuan tak lepas dengan membangun dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan (establishes and maintains Mutually Beneficial Relationships) dan menyelaraskan kepentingan organisasi yang di harapan mendaykan kepentingan publik (public interests) (vin/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...