Dewan ‘Ragu’ Pencapaian Akreditasi RSUD Ulin

380

BANJARMASIN, KP – Harapan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang mendorong supaya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin berakreditasi Internasional tampaknya masih harus banyak berbenah dan bekerja keras.

Karena DPRD Kalsel dari Komisi IV menyatakan keraguannya, setelah melihat kondisi nyata di RSUD yang terletak di Jatung Kota Banjarmasin ini.

“Kita sekarang konsentrasi agar RSUD Ulin melakukan pembenahan dan tidak bicara berstandar Internasional, dengan melihat kenyataan seperti ini untuk bestandar nasional pun berat,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H Lutfi Saifuddin saat sidak (inspeksi mendadak) di RSUD Ulin, Senin (11/11) sore.

Bahkan dalam sidak, di rumah sakit kebangaan warga Banua ini, pihak Komisi VI banyak menemukan ketidak beresan.

“Mulai dari masuk ruangan anak hingga kelas III di ruangan Tulip pun menjumpai bau kurang sedap sehingga membuat suasana siang hari yang panas dan pengap,” katanya.

Dasar Lutfi meragukan pengelolaan RSUD Ulin bisa capai akreditasi Internasinal, dikarenakan beberapa catatan.

Diantaranya para medis yang bertugas kurang berkopeten sudah pada pulang pada jam kerja, fasiltas ruangan kelas tiga sangat tidak nyaman dan aroma baunya membuat pengunjung harus tutup hidung dan bisa membuat penunggu sakit.

Politisi Partai Gerinda ini sangat menyanyangkan saat sidak berlangsung tidak menemukan petugas yang berkompeten dalam penanganan pasien, padahal masih dalam jam kerja.

“Kita tidak menemukan petugas yang berkompeten, padahal masih jam kerja, sidak pun ditemani petugas keamanan,” bebernya.

Catatan lainnya ruangan bangunan baru tetapi kurang layak termasuk tujuan penganggaran Badan Layanan Umum Daerah  (BLUD) sehingga tanpa harus ada anggaran besar bisa diatasi manakala diperlukan dengan cepat.

“Hal ini tentu saja menjadi catatan jangan sampai membuat yang sakit semakin bertambah sakit,” tambah Politisi Partai Golkar Kalsel H Troy Satria.

Pada bagian lain dilanjut Lutfi Saifuddin, setelah melihat langsung kondisi RSUD Ulin bisa dibilang sangat memprihatinkan.

“Sungguh dalam kondisi sedang membangun pada saat ini, kalau saya lihat semakin memprihatinkan,” bebernya.

Adapun fasilitas yang sangat memprihatinkan adalah kurangnya penerangan yang dimiliki, beberapa bangunan yang sudah mengalami retak pada dinding meskipun masih banyak melakukan pembangunan demikian juga plafon ruangan, serta ditemukan kran air yang tidak berjalan.

“Saat kami mau naik ke lantai atas, lift-nya tidak berfungsi dengan baik, sehingga kami menggunakan tangga darurat untuk naik kelantai atas.

Bayangkan kalau ada pasien yang perlu pertolongan apa jadinya.

Kami berkunjung saja mengalami kepanasan, apalagi pasien beserta keluarga yang menjaga,” papar Lutfi lagi.

Karena itu, Komisi IV berharap agar kedepannya lebih memperhatikan dalam segi pembangunan, agar masyarakat dapat merasakan dampak yang nyata.

Sehingga kenyamanan fasilitas rumah sakit benar-benar terlaksana.

Rombongan Komisi IV sebelum mengakhiri kunjungan, juga menjenguk dan memberikan apresiasi sejumlah pasien dan menghimbur jika ada yang mengeluh dan meminta bersabar karena Komisi IV agar akan terus mengawal dan mendorong supaya pelayanan ke depan lebih baik dan jangan menjadi menjadi keluhan pesien. (vin/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...