Golkar Perlu Kualisi

Palangka Raya.KP – Dalam mengusung bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada 2020 mendatang, Partai Golkar rapatkan barisan, menggelar Rapat Pleno diperluas guna menggodok bakal calon.

Sekretaris Tim Penjaringan Golkar Suhartono mengungkapkan rapat pleno diperluas, sesuai prosedur dari DPP untuk memilih dan menetapkan 3-5 nama calon yang akan diajukan ke DPP Pusat.

Namun akhir Oktober lalu pihaknya telah berhasil menjaring 10 bakal calgub dan calon Wakil Gubernur yang akan diusung nanti. Kamis (7/11)

Dari 10 nama itu, 7 figur merupakan calon Gubernur, dan 3 wakil Gubernur. Ke tujuh nama itu diantaranya Yuda Lampe, petahana Sugianto Sabran (PDI-P), Alida Lampe kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nadalsyah (Demokrat) Abdul Razak (Golkar).

Untuk calon Wakil Gubernur Habib Said Ismael, Sipet Hermanto, dan DR.Marukan mantan Bupati Lamandau dua priode.

Berita Lainnya

Pengurus SMSI Kalteng Resmi Dilantik

1 dari 588
Loading...

“Tetapi kalau pleno menghendaki bisa semuanya diajukan. Artinya ke 10 baik balon Gubernur maupun cawagubnya bisa saja diajukan ke DPP untuk nantinya diproses dan ditetapkan maju pada Pilgub,” katannya.

Suhartono juga mengatakan dari bakal calon Gubernur maupun Wakil apakah memiliki niai jual ditengah masyarakat serta populeritas.

“Semua balon akan di uji fit and proper test harus menyampaikan visi-misinya didepan peserta pleno,” ucapnnya.

Golkar perlu koalisi. Siapa yang diusung Golkar bak calGub dan cawagub. Pasalnya Golkar ada 7 kursi DPRD dan memerlukan 2 kursi agar bisa mengusung calonnya.

Ditegaskan DPP bisa menambah nama calon lain selain yang mendaftar di provinsi, sehingga bukan mustahil ada muncul balon lain selain yang terdaftar selama penjaringan. (drt/k-8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya