Komisi II Optimis Kinerja Bank Kalsel Membaik

BANJARMASIN, KP – Komisi II DPRD Kalsel optimis kinerja Bank Kalsel membaik pada 2019 ini, yang ditandai dengan menurunnya rasio non performing loan (NLP) dari 5,26 persen menjadi 4,36 persen.

Hal yang sama juga berlaku untuk Bank Kalsel Cabang Jakarta, yang pada semester I tahun 2019 mampu menekan NPL menjadi 5 persen, padahal sebelumnya cukup tinggi.

“Kita akan mendalami kinerja Bank Kalsel ini saat rapat kerja dengan Komisi II,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, belum lama ini, di Banjarmasin.

Langkah tersebut, menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Komisi II ke Bank Kalsel Cabang Jakarta bulan lalu, yang memperoleh langsung terkait kinerja secara keseluruhan dari Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin.

Selain memaparkan turunnya NPL, juga penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayah Kalsel yang sudah terserap lebih 85 persen dari Rp 350 miliar. Adanya rencana bank plat merah ini untuk menginovasi IT berupa server dan perangkat aplikasi sistem online yang dimilikinya saat ini dengan yang lebih kompetitif guna memudahkan layanan perbankan dan mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Dengan IT yang memadai nantinya, selain memudahkan semua transaksi, juga memudahkan dewan dalam melakukan kontrol dan evaluasi. Karena tinggal menekan aplikasi maka data laporan bank Kalsel dapat dengan mudah diketahui, tanpa harus mengundang mereka untuk datang ke dewan.

Imam Suprastowo mengakui, keberhasilan Bank Kalsel menekan NPL ini merupakan kinerja yang memang berkualitas maupun strategi kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

“Hingga Agustus lalu, Bank Kalsel sudah menyalurkan KUR sebanyak 85 persen dari Rp350 miliar rupiah dan sudah hampir habis,’’ tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sementara itu, Kepala Divisi IT, Fesar Parulian, didampingi Sekretaris Bank Kalsel, Hadi Rahman, Jumat (1/11) kepada wartawan membenarkan, NPL Bank Kalsel pada semester I tahun 2019 ini menjadi 4,36, dari semula 5,26.

“Angka ini, lebih baik dibanding pada semester sama pada tahun 2018,’’ kata Hadi Rahman.

Begitu pula terkait IT, Bank Kalsel akan menginovasi perangkat lunak pendukung transaksi perbankan mereka. Tujuannya untuk mengupayakan layanan optimal dan mudah bagi nasabahnya, sekaligus mampu bersaing dengan bank umum lainnya. (lyn/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya