Pemko Sosialisasikan Bahaya Zat Kimia bagi Penyirang

Banjarbaru,KP – Pemko Banjarbaru menggelar Pelatihan Menyirang Kain Sasirangan dan Dampak Kesehatannya bagi Penyirang, di Sekretariat Koperasi Mawar Cempaka Jaya Kelurahan Cempaka, kemarin.

Kadis Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Ir Muhammad Rustam MP mengatakan, saat ini Pemko sedang giat-giatnya mempromosikan 3F, yaitu Food, Fashion dan Fun. Dan di wilayah Cempaka ini semuanya ada.

Sehubungan dengan pelatihan tersebut, menurutnya, sekarang pengrajin masih banyak yang menggunakan bahan-bahan kimia dalam menyirang sasirangan, karena itulah kegiatan ini sangat penting agar mereka dapat memahami dan mengerti tentang bahayanya zat kimia yang dipakai jika tidak memakai kelengkapan.

“Seperti sepatu bot, sarung tangan, masker, tutup kepala dan lainnya,’’ katanya.

Zat kimia, lanjutnya, juga tidak baik bagi lingkungan, dampaknya mungkin baru bisa dirasakan 5 hingga 10 tahun kedepan. Karena itu alangkah baiknya kita menggunakan pewarna alam saja dan itu ramah lingkungan.

Berita Lainnya

Wawali Gebrak Masker di Depan Balai Kota

RSUD Idaman Layani Pasien Non Covid-19

1 dari 1.186
Loading...

“Serta bisa menjaga kesehatan bagi pengrajin sasirangan saat menyirang,’’ pesannya didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Rusmadi SKM MKES.

Ketua TP PKK Ir Ririen Kartika Rini yang membuka pelatihan ini menambahkan, proses pewarnaan sasirangan yang di produksi di Banjarbaru masih banyak menggunakan zat pewarna sintetis, karena memang memiliki banyak keunggulan, seperti jenis warna beragam, ketersediaan terjamin, warna dihasilkan tajam, mudah diperoleh, murah, ekonomis dan mudah digunakan.

“Sayangnya ini bisa menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Limbah pewarna sintetis menyebabkan pencemaran lingkungan, pencemaran air yang membuatnya jadi keruh dan berbau,’’ katanya.

Di samping itu, ketika limbah dibiarkan mengalir akan menyumbat poripori tanah yang berakibat pada hilangnya produktivitas tanah, tekstur tanah mengeras, sehingga kualitas tanah akan memburuk.

“Dan dampak bagi kesehatan pengrajin yang selalu terpapar pewarna zat kimia sendiri tidaklah langsung. Bila terlalu sering dalam jangka bisa menimbulkan kanker kulit, atau iritasi pada saluran pernapasan,’’ katanya.

Menurutnya, lebih baik pengrajin menggunakan bahan pewarna alami, karena lebih ramah lingkungan dan lebih aman dari segi kesehatan. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya