Bentuk Kota Banjarmasin Sudah Bagus

Banjarmasin,KP – Seorang pakar dari negeri Belanda yang berasal dari Indonesia, Hasti Tarekat Dipowijoyo menilai Kota Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, sebenarnya bentuknya sudah bagus tinggal bagaimana agar kota ini tidak kotor atau selalu bersih.

“Saya menilai Kota Banjarmasin dibandingkan bentuk kota-kota lain di negara Barat, tak kalah menariknya, kalau ini dijual sebagai kota wisata ya sudah bagus lah,’’ kata Hasti Tarekat Dipowijoyo dari Heritage Hands-on Belanda.

Hasti Tarekat Dipowijoyo datang ke Banjarmasin di undang Pemko Banjarmasin untuk menjadi nara sumber untuk memberikan pencerahan bagi 21 orang peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti Workshop Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin.

Selain Hasti juga diundang Jacqueline Rosbergen dan Peter Timmer dari Badan Warisan Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayan dan Ilmu Pengatahuan Belanda, dan Vera D Damayanti dari Departemen Arsitektur Lanskap Institut Pertanian Bogor.

Menurut Hasti Tarekat Dipowijoyo, melihat kondisi Kota Banjarmasin yang sudah bagus tersebut tinggal pembenahan saja lagi, jika semuanya bersih tidak kotor pasti disenangi masyarakat dunia, tinggal bagaimana Pemko dan masyarakat setempat mempromosikannya ke berbagai belahan dunia.

Selain kebersihan, juga harus dijaga tingkat keamanan, jangan pendatang ke kota ini merasa tidak nyaman akibat gangguan keamanan.

Berita Lainnya
1 dari 1.783
Loading...

“Tapi pengalaman saya beberapa hari di sini, dan malam jalan-jalan dalam kota, aman aman saja tak pernah ada gangguan keamanan, berarti kota ini cukup aman,’’ katanya.

Hari terakhir kegiatan ini, dari 21 peserta dibagi empat kelompok mempresentasikan hasil peninjauan dan kesimpulan mereka, dan hasil paparan tersebut memperoleh apresiasi oleh nara sumber lain yang terdiri dari berbagai unsur yang ada di Banjarmasin.

Walau ada sedikit masukan tetapi hasil analisa peserta dinilai bisa menjadi referensi untuk menata kota Banjarmasin ke depan.

Menurut Kabid Pengembangan Pariwisata, Disbudpar, Mohammad Khuzaimi Workshop Historic Urban Landscape Quick Scan Banjarmasin peserta menyusun visi dan prinsip-prinsip pengembangan pada skala kota. 

Pada tahap ini peserta menyusun visi dan prinsip-prinsip yang dikembangkan berdasarkan visi. Visi dan prinsip tersebut dibuat dengan mempertimbangkan hasil analisis dari langkah pertama yaitu Analisis Lingkungan Kesejarahan pada skala kota. Pada setiap langkah, peserta mempresentesikan hasil kerjanya di depan para pengajar dan mentor.

Secara keseluruhan, pada tahap ini tiap kelompok peserta mencoba mengelaborasikan berbagai aset warisan alam dan budaya serta kendala serta potensi yang ada di Kota Banjarmasin. Identitas Banjarmasin sebagai Kota Sungai, sanitasi, infrastruktur air, bencana, serta pemanfaatan bangunan tua merupakan beberapa contoh isu yang menjadi perhatian peserta dalam penyusunan visi. 

Sementara itu dalam pengembangan prinsip, aspek fungsional serta spasial menjadi panduan bagi peserta untuk menghasilkan prinsip-prinsip yang praktikal. Konsep green, pengadaan ruang publik, transportasi darat-air yang terintegrasi, serta pembentukan identitas lokal merupakan beberapa contoh prinsip yang dikembangkan. (ant/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya