Penyaluran Gas 3 Kg Lewat Bumdes

SOAL GAS TIGA 3 KG - Region Manager Comm, Relation and CSR Kalimantan, PT Pertamina Heppy Wulansari ketika berikan penjelasan soal gas tiga kg kepada awak media. (KP/Anduy)
378

Surabaya, KP – PT Pertamina meminta para pemilik pangkalan untuk menjual elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram langsung pada masyarakat yang benar-benar berhak, bukan kepada pengecer atau spekulan/

Hal ini disampaikan Region Manager Comm, Relation and CSR Kalimantan PT pertamaina, Heppy Wulansari saat membuka Media Gathering Pertamina Borneo di Malang, , Sabtu lalu (9/11).

Ia mengharapkan agar distribusi elpiji subsidi memang benar-benar tepat sasaran maka pihak pangkalan menjual elpiji tiga kilogram kepada masyarakat tidak mampu atau miskin.

Penjualan Gas elpiji bersubsidi tak boleh kepengencer akan tetapi harus ke Rumah Tangga benar-benar berhak agar mudah dikontrol harganya pun sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Dari beberapa kali melakukan Sidak pihaknya bersama terkait diwilayah misalnya masih banyak ditemukan rumah makan menggunakan gas Elpiji subsidi, padahal menurut peraturan tidak perbolehkan untuk menggunakan gas elpiji tabung tiga kilo

Untuk rencana satu desa satu pangkalan yang bekerjasama dengan pihak BUMDes, ternyata di lapangan tidak semua BUMDes aktif, pihaknya juga sudah menerapkan untuk pembelian di pangkalan menggunakan KTP, di mana satu KTP maksimal pembelian dua tabung sehingga tidak ada lagi penimbunan baik penggunaan rumah tangga dan usaha makanan.

Pertamina melalui Heppy Wulansari, mengimbau kepada masyarakat mampu beralih menggunakan Bright Gas dengan varian tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Elpiji Bright Gas sangat aman karena teknologi Double Spindle Valve System, lebih ringan dibawa, dan lebih cantik untuk diletakkan di dapur.

“Kami akan terus memantau dalam beberapa waktu ini dengan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, kami akan lakukan operasi pasar lanjutan bila dibutuhkan,’’terangnya.

“Kami berharap masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengawal lancarnya pendistribusian elpiji subsidi dengan melaporkan kendala yang ditemukan ke contact center 135 atau melalui email [email protected],” katanya.

Selain itu juga penjualan Pertamax Turbo di Kalimantan, melampaui target yang sudah di tetapkan dan ini terlihat kalau pertumbuhan konsumsi produk gasoline itu digemari.

Dikatakannya, Pertamina Marketing Operation Region VI optimistis akan menutup tahun dengan angka 353 persen lebih besar dari target penjualan awal (897.000 L).

Pada Oktober 2019, rata-rata realisasi harian Pertamax Turbo sebesar 8.320 L atau 47 persen lebih besar (5680 L) dari rata-rata realisasi harian bulan Oktober tahun 2018.

Ini bukti pengguna kendaraan bermotor di Kalimantan mulai gemari produk gasoline dengan oktan tertinggi (98) yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masuk ke daerah Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2018 disusul dengan beberapa daerah lainnya yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur , dan Kalimantan Tengah.

Untuk Kalimantan terdapat 19 SPBU yang menjaul Pertamax Turbo dengan rincian enam di Kalimantan Timur, empat di Kalimantan Barat, lima di Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Masyarakat kini lebih memahami dan sadar akan produk BBM yang berkualitas dan efeknya pada emisi gas kendaraan yang baik bagi lingkungan dan tentu memperpanjang umur dari mesin kendaraan dan Pertamax Turbo saat ini menuju standar Euro IV,” katanya. (fik/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...