Perkenalkan Investasi Berjangka kepada Jurnalis

SOSIALISASI - PT Bestprofit Future bersama Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia terus mensosialisasi investasi ini kepada masyarakat. (KP/Narti )
301

Banjarmasin, KP – Investasi berjangka komoditi terus mengalami pertumbuhan cukup signifikan setiap tahunnya, hal ini menjadi alasan PT Bestprofit Future bersama Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia terus mensosialisasi investasi ini kepada masyarakat.

Salah satunya kepada para jurnalis di Kalsel untuk lebih tahu seluk beluk produk komoditas berjangka salah satunya Locogold yang lagi booming saat ini.

Adriyanto Papuke Pimpinan Cabang BPF Banjarmasin menjelaskan, Locogold menjadi salah satu investasi yang menarik di komoditas investasi berjangka.

“Kami mengundang sekitar 40 jurnalis untuk mengikut kegiatan ini, para jurnalis juga diajarkan trading langsung dalam demo yang dibantu pialang dari BPF,” jelasnya disela acara yang digelar di Golden Tulip. Kamis (28/11).

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk edukasi dan sosialisasi investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, karena jurnalis bisa menjadi corong untuk lebih memperluas sosialisasi kepada masyarakat.

Diakui Adriyanto, pertumbuhan investasi berjangka sangat bagus dari tahun ke tahun, karena investasi ini lebih menguntungkan daripada menyimpan uang di bank.

“Untuk menghindari investasi bodong masyarakat bisa mencek ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), kalau terdaftar di Bappebti berarti legal,” imbuhnya.

Bahkan PT. Bestprofit Futures (“BPF”) membukukan total volume transaksi sebesar 830.395 lot atau naik 42,16% pada kuartal III tahun 2019 dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama. Volume transaksi bilateral masih menjadi katalis utama sebesar 757.097 lot atau memberikan kontribusi sebesar 91,17% dari total volume transaksi dibandingkan multilateral sebesar 73.298 lot atau hanya menopang sebesar 8,82%.

“Seluruh pencapaian ini cukup memuaskan. Kami yakin sampai akhir tahun kinerja BPF akan melesat sesuai ekspektasi. Tentunya, semua berkat kerjasama dan dukungan dari para karyawan, nasabah dan stakeholder,” terang M.Khusyen Azhari, Direktur Utama BPF.

Saat ini BPF menempati urutan kedua teratas dari lima perusahaan pialang berjangka terbesar nasional, berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta. Total pangsa pasar BPF mencapai 13,39%. Catatan prestasi ini tidak akan berhenti hingga menjadi nomor satu di industri Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia.

Selain kinerja transaksi, laporan Perseroan juga mencatat total nasabah baru hingga September 2019 mencapai 2.076, mengalami peningkatan sebesar 26,20% dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama sebanyak 1.645 nasabah baru.

Melalui 10 kantor cabang, BPF terus melebarkan ekspansi layanan investasi berjangka di seluruh Indonesia yang kini tersebar di Jakarta (2 kantor), Malang, Bandung, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pontianak, dan Banjarmasin.

Untuk meningkatkan pelayanan, BPF disempurnakan oleh fasilitas layanan SITNA (Sistem Informasi Transaksi Nasabah) dari PT. Kliring Berjangka Indonesia dan PT. Bursa Berjangka Jakarta. Melalui SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana pun. (vin/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...