Dinas Perdagangan tidak Ingin Jadi ‘Pemadam Kebakaran’

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani disela pembukaan Pasar Murah Kamis (5/12) menandaskan pihaknya tidak ingin jadi `pemadam kebakaran’ saat memasuki hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Hal ini disampaikannya disela lounching pertama pasar murah jelang hari besar keagamaan dan masyarakatat sekitar kawasan Antasan Kecil Timur dan Pangeran ingin memanfaatkan sembako murah ada sebanyak 30 stand.

Dikatakan Bir sapaan akrabnya, kalau jelang hari keagamaan tahun ini ada sekitar 50 titik pasar murah yang tersebar di kabupaten dan kota sedangkan tahun ini ditingkatkan lagi untuk Kota Banjarmasin ada sekitar 14 titik dan dalam 1 hari ada 2 titik Pasar Murah.

“ Alhamdulillaah tahun ini sebelum Natal dan Tahun Baru minggu yang lalu kami kumpulkan para distributor besar dan kecil sembako mengatakan stok sangat cukup bahkan cukup untuk 3 bulan kedepan. kami tidak ingin Disperindag dan Bulog menjadi pemadam kebakaran saja seperti tahun-tahun sebelumnya, begitu harga naik baru dilakukan antisipasi atau operasi pasar murah,” lanjutnya.

Pihaknya guna memastikan dan menjaga stabilitas harga dan ketersedian pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) untuk itu menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait.

“ Kami bersama Tim satgas pangan Polda Kalsel akan melakukan pengawasan harga-harga dipasar rakyat sudah sesuai atau tidak harga-harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah atau HET,” tegasnya.

Berita Lainnya

Kalsel Berupaya Wujudkan Desa Wisata

Paket Murah untuk Pelajar dan Mahasiswa

1 dari 407
Loading...

“ Alhamdulillah dari pemantauan kami dilapangan di Pasar Antasari, Pasar Sudimampir serta Pasar Tanjung hingga beberapa toko swalayan lokal Banjarmasin harga-harga diketahui stabil dan pasokanpun aman tahun ini,” jelasnya.

Sembako keperluan rumah tangga pagi ini murah dari pasar seperti harga beras, gula, migor, daging beku, telur ayam ras, bawang merah hingga cabe rawit dari dinas terkait Kota Banjarmasin.

Pasar Murah yang digelar terdiri bahan pangan kebutuhan pokok seperti gula Kita pasir dijual hanya Rp12,000,- per kilonya, terigu Trigana Rp7500,-, migor tawon 1 liter Rp11,900, serta beras ukuran 5 kilo Rp65,000,- dan daging beku Australia Rp80,000,- per kilonya.

“semua harga sembako yang kami jual sangat murah dan sama dengan harga dipasar tradisional,” jelas Budi petugas stand Dolog Kalsel.

“Semua pangan yang kami bawa pagi selalu terjual dan dibeli para ibu rumah tangga yang sedang malintas mau kepasar termasuk para pengendara yang sedang melintas pagi ini,” lanjutnya.

Hj Shanty warga Jalan Pangeran, menjelaskan, pihaknya merasa terbantu dengan digelarnya kegiatan pasar yang digelar sebelum akhir tahun untuk menekan harga yang akan melonjak apalagi ada sebagian sembako yang dijual disini lebih murah dari harga dipasar tradisional.

Ia mengharapkan, kalau bisa sebelum pasar murah ini digelar hendaknya disosialisasikan juga kepada warga sekitar agar warga mengetahuinya seperti memberi tahu RT atau RW. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya