Pemdes Laksanakan Program Pemberdayaan Penanganan Stunting

Muara Teweh, KP – Pemerintahan Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara (Barut) melaksanakan program pemberdayaan penanganan stunting bersama kepada tiga taman kanak-kanak yakni TK Makarti, TK Meditrix, dan TK Talabul Amin, Sabtu (21/12) di lapangan terbuka Bukit Sawit.

Selain stunting, pihak desa juga memberikan pelatihan kepada kader KPM, anggota rumah desa sehat (RDS) dan juga memberikan makanan tambahan untuk anak usia dini yang berbahan dari ikan.

Kepala Desa Bukit Sawit, Paning Ragen mengatakan berbagai penelitian menunjukkan, periode usia 0-6 tahun merupakan masa penting tumbuh kembang anak. Sebanyak 90 persen otak anak berkembang pada periode emas ini, dimana milyaran sel saraf dalam otak saling menyambung untuk membentuk kecerdasan.

Semakin banyak sambungan antar sel otak anak, semakin tinggi tingkat kecerdasannya, untuk itu perlu diberikan stimulasi yang tepat pada anak usia dini agar berpengaruh positif pada tumbuh kembang anak, baik dari aspek fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional.

Berita Lainnya
1 dari 506
Loading...

Tumbuh kembang yang maksimal membantu anak untuk lebih siap bersekolah dan memberikan dampak positif hingga saat mereka dewasa. Layanan yang menyuluruh untuk anak dapat membantu perkembangan anak secara maksimal, untuk itu suatu keniscayaan tanpa peran para orang tua (keluarga) dan para guru PAUD.

Oleh sebab itu, pemerintah sangat konsen dalam memberikan perhatian, agar para guru PAUD dapat menjadi agen pembaru.

Dijelaskannya, balita stunting karena kondisi gagal tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterbatasan dalam berpikir. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita dibawah lima tahun sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis.

Terkait dengan terjadinya stunting, lanjut dia, penyebab utama kekurangan gizi dalam waktu lama. Selain itu, terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak atau kondisi 1.000 hari pertama sejak kelahiran, rendahnya asupan vitamin dan mineral serta berbagai sebab lainnya.

“Langkah antisipasi agar balita tidak mengalami stunting yakni memperbanyak makan-makanan bergizi, kecukupan gizi bagi remaja perempuan agar ketika mengandung sehingga saat dewasa tidak kekurangan gizi,” tutup Kades Paning. (asa/K-8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya