Sukses Laksanakan Germas, Kualitas Kesehatan di Kalsel Meningkat

Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) adalah satu instrumen yang terus digaungkan dan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Kesehatan. Tiadanya hentinya dalam banyak kesempatan baik Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor maupun Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj Raudatul Jannah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Kebijakan Germas dimulai dengan terbitnya Keputusan Gubernur (Kepgub) Kalsel Nomor : 188.44/0363/KUM/2017 tanggal 4 Agustus 2017 tentang Forum Germas di Lingkungan Pemprov Kalsel yang berisi penjabaran peran dan tugas masing-masing SKPD dalam Germas.

Melalui Kepgub tersebut ditetapkan selain dinas kesehatan, 11 SKPD atau organisasi terkait turut serta melaksanakan kebijakan Germas. 11 SKPD tersebut adalah dinas kelautan dan perikanan, dinas kehutanan, dinas ketahanan pangan, dinas tanaman pangan dan hortikultur, dinas pemuda olahraga, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, dinas perdagangan, dinas lingkungan hidup, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan TP PKK.

Kemudian, Germas di Kalsel lebih dikuatkan dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Kalsel Nomor kepada Bupati dan Walikota se Kalsel, tanggal 3 Juli 2017, prihal Implementasi Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas. Berikutnya, ditindaklanjuti kembali dengan penerhitan SK kelompok kerja (Pokja) di Dinas Kesehatan Kalsel. Terakhir, diterbitkan Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 0123 tahun 2017 tentang pedoman pelaksanaan Germas di Kalsel, tanggal 22 Desember 2017.

“Dengan adanya kebijakan tersebut maka dalam pelaksanaan Germas terarah dan mempunyai sasaran yang pasti,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM Muslim.

Berita Lainnya
1 dari 379
Loading...

Ia menjabarkan, melalui Germas terdapat enam kegiatan yang ingin dicapai, yaitu peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat.

Menurut Muslim, dalam hal stunting (bayi kerdil) pihaknya bersama 13 kabupate/kota melaksanakan konvergensi percepatan pencegahan stunting (KP2S) yang meliputi delapan aksi. “Aksi tersebut terdiri dari analisis situasi, rencana kegiatan, tembuk stunting, peraturan bupati/walikota tentang peran desa, pembinaan KPK, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan reviu kinerja tahunan,” beber Muslim.

Muslim menyebut untuk mencegah stunting dilaksanakan dengan penguatan pola makan, pola asuh, dan penyediaan sanitasi. “Untuk menurunkan stunting kita galakan program isi piringku, pemberiaan ASI, dan bebas cacing,” katanya.

Dikatakan Muslim, guna meningkatkan gizi pihaknya juga telah melaksanakan intervensi gizi spesifik. Intervensi gizi spesifik diberikan kepada remaja dan usia produktif, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak sekolah, dan usia lanjut.

“Melalui Germas kita juga melakukan intervensi sensitif yang menghasilkan Deklarasi Loksado. Patut kita syukuri Gubernur Sahbirin sangat mendukung Germas, sehingga bisa berhasil dan meningkatkan kualitas kesehatan di Kalsel. Kualitas kesehatan bisa dilihat dari penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan peningkatan angka harapan hidup,” terang Muslim.(*)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya