Aktivitas Dugaan Penyebab Banjir Ditelisik Polda Kalsel

Banjarmasin, KP – Beberapa kegiatan baik itu aktivitas galian C atau tambang lainnya atas dugaan penyebab banjir ditelisik pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel).

Pada awal pada tiga kawasan di Banjarbaru, khususnya di lokasi Cempaka, ditelisik dan dari keterangan, Senin (13/1), sudah beberapa hari yang lalu, anggota dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel, sudah turun ke lokasi.

“Iya ada anggota turun melakukan penyelidikan dan semua atas perintah Pa Direktur, untuk mengetahui apa penyebabnya selama ini,” kata kata Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Masrur melaui Kasubdit IV, AKBP Endang, ketika ditanya wartawan.

Pastinya peristiwa banjir itu didalami dan tindaklanjuti.

“Anggota turun dengarkan informasi masyarakat, dan peristiwa itu didalami apakah ada melawan hukumnya,” ujarnya.

Sementara ada beberapa kegiatan sudah ditelisik didatangi. Pastinya dugaan ada galian c dan apakah berizin atau tidak, selama ini.

Dari pemberitaan, ketika itu ada tiga lokasi yang mengalami kebanjiran Jalan Kertak Baru, Gang Bahagia, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.

Berita Lainnya
1 dari 1.032

Pada lokasi ini kawasan yang banjir di RT

04, 08, 23, 24, dan 25, yang mengakibatkan 70 buah rumah terendam dan 3 sekolahan paud, dengan terdampak 90 kepala keluarga (KK) dan 193 Jiwa.

Kemudian Banjir juga terjadi di Jalan Los Basung 1 dan  2, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru yang mengakibatkan 34 buah rumah terendam, dengan terdampak 34 KK 70 Jiwa.

Berikutnya air juga merendam kawasan Kampung Pelangi, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Kemuning, Kota Banjarbaru yang mengakibatkan 55 buah rumah terendam, dengan terdampak 55 KK 193 Jiwa.

Sebagian di Kecamatan Liang Anggang juga mengalami kebanjiran.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, cukup was- was.

Gubernur, yang akrab disapa Paman Birin ini mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap. mewaspadai potensi bencana seperti banjir, tanah longsor ataupun angin puting beliung.

Kemudian sisi lainnya ditahui kejadian di luar Kalsel, Presiden Joko Widodo memerintahkan Gubernur Banten untuk menertibkan penambangan emas secara ilegal yang dinilai menyebabkan perambahan hutan sehingga memicu banjir bandang di Lebak, beberapa waktu lalu. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya