Daging Beku Jaga Kestabilan Harga Daging Dipasaran

Banjarmasin, KP – Kadivre Dolog Kalsel, Arif Mandu kepada wartawan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan terus daging kiloan beku sebanyak 14 ribu tone dalam menghadapi setiap perayaan keagamaan untuk menjaga kestabilan harga daging dipasaran.

Karena setiap hari besar keagamaan permintaan daging meningkat baik daging beku maupun daging segar dipasar tradisional.

“ Pihaknya telah meminta kepada pusat sebanyak 3 kontainer untuk menjaga kesinambungan dan pengirimannyapun bertahap 1 kontainer sebanyak 14 tone karena penampungan kontainer pendingin kita terbatas,” jelasnya.

Daging beku ini kita datangkan dari India dan negara lainnya seperti Australia, Newzeland ada 12 tone stok kita hingga saat ini dengan harga Rp80 ribu per kilo.

Biasanya daging beku ini banyak diperlukan banyak saat pesta adat budaya atau gelaran perkawinan karena harga dagingnya murah.

Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung penuh adanya program pemasaran daging beku oleh Bulog Divre Kalsel kepada masyarakat Banua dalam beberapa waktu ini yang mulai disukai warga yang ingin daging murah.

Kepala Disdag Kalsel, H Birhasani kepada wartawan mengaku, dengan adanya produk daging beku bisa menekan sedikit harga daging dipasaran tradisional yang tinggi sehingga membuat masyarakat sulit mendapatkan harga yang terjangkau.

Ini untuk menjaga adanya kestabilan harga dipasaran dan masyarakat bisa membeli daging untuk keperluan konsumsi, yang mana daging beku hanya dijual dengan harga sekitar Rp80.000 perkilonya jauh lebih murah dari kisaran harga Rp 125.000 hingga Rp130.000 perkilo untuk daging segar, hal ini bisa menjadi pilihan tentunya.

“ Kami berharap untuk pemasarannya tidak membuat persaingan penjualan menjadi tidak sehat, kami pun berupaya juga menjaga situasi tetap berjalan kondusif dipasar, sehingga bisnis  ini bisa berjalan untuk kestabilan harga daging,” ingatnya.

Disebutkan, para pedagang pasar tradisional juga pernah kami himbau untuk tidak terlalu mahal dalam mematok  harga daging segar, karena daya beli masyarakat semakin rendah dan bisa berakibat terjadinya inflasi atau tidak stabilnya harga dipasaran.

H. Fauzan penjual daging dikawasan Pasar Nagasari kepada wartawan menjelaskan, pihaknya tidak terlalu khwatir dengan adanya daging beku ini.

Karena warga tidak terlalu menyukai daging beku mereka lebih memilih daging segar yang baru habis dipotong karena dagingnya enak dan manis beda dengan daging beku.

Disebutkan Fauzan, biasanya daging beku ini dibeli pemilik rumah makan atau pemilik katringan seperti bulan keagamaan bulan ini warga lebih memilih daging segar karena sudah kebiasaan mereka membeli daging segar yang masih ada bercak-bercak darahnya. (hif/K-10)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...