Dewan Minta Transparan Kebocoran Dana Bank Kalteng

Palangka Raya, KP — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah minta soal dugaan kebocoran Bank Kalteng, dilaporkan ke pihaknya secara transparan.

Ketua Komisi I DPRD Kalteng Fredy Y Ering yang membidangi keuangan kepada awak media, Selasa (21/1), menyatakan soal dugaan penyimpangan dana itu perlu ditelisik lebih jauh oleh pihak terkait, utamanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam waktu dekat kami segera melakukan rapat dengar pendapat dengan jajaran Eksekutif mempertanya kan berbagai hal, termasuk temuan masalah aset, terangnya.

Masih terkait dugaan kebocoran dana Bank Kalteng yang mencapai Rp 12 milyar oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, disebutkan pihaknya belum tau persis.

Berita Lainnya
1 dari 592
Loading...

“Kami baru mendengar dari rekan media, ini akan kami tanyakan ke Pemerintah Daerah saat hearing’, papar Fredy Y Ering.

Menurutnya lagi, semua aset, keuntungan, maupun kepengurusan serta perkembangan bank wajib di sampaikan ke DPRD Kalteng, terang politisi kawakan PDI-Perjuangan ini.

Sebagaimana diketahui, Senin (20/1) dalam acara pelantikan Kepala OJK Kalteng, Gubernur membeberkan dugaan penyimpangan dana Bank Kalteng senilai Rp 12 milyar.

“Belum diketahui kapan dana itu bocor, apakah kepengurusan Direksi terdahulu atau saat ini. Disisi lain dugaan kebocoran terkait pengadaan Mesin Anjungan Tunai Mandiri.” Ucapnnya (drt-k8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya