ASN Kembali Diingatkan Soal Netralitas di Pilkada 2020

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengingatkan kenetralitasan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dijaga. Jangan sampai terlibat terlalu jauh, apalagi menjadi tim sukses dalam pelaksanaan di Pilkada 2020.

Ibnu mengatakan, bahwa ASN hanya sekedar menunaikan kewajibannya guna memberikan fasilitasi untuk kelancaran pelaksanaan Pilkada, tidak lebih dari itu.

“Saya mengingatkan untuk netralitas ASN. Mereka (ASN, red) memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitasi ditingkat kecamatan dan kelurahan,” ucapnya usai membuka Sosialisasi Pilkada yang dilaksanakan Kesbangpol Banjarmasin, di Aula BKD, Jalan Hasan Basri, Rabu (26/2/2020).

Dalam Sosialisasi untuk Program Dukungan Kelancaran Penyelenggaraan Pemilu di Kota Banjarmasin yang diikuti sekitar 120 peserta terdiri dari ketua dewan kelurahan, tokoh masyarakat, pemuda, dan agama itu, Ibnu juga menyinggung soal tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu.

Menurutnya, keikutsertaan masyarakat dalam Pemilu khususnya di Banjarmasin patut diacungi jempol. Mengingat, bercermin di Pilpres 2019 lalu tingkat Keikutsertaan masyarakat sebagai pemilih cukup tinggi. Angkanya di atas rata-rata target nasional.

“Alhamdulillah angka partisipasi di Banjarmasin di Pilpres cukup tinggi. 82,5 persen. Jauh di atas rata2 nasional 77,5 persen,” beber orang nomor satu di Banjarmasin ini.

Melihat hal tersebut, Ibnu menyimpulkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat di Kota Banjarmasin untuk menggunakan hak pilih sudah sangat baik. Dengan demikian, ia pun berharap, hal ini bisa terus dipertahankan. Khususnya di Pilkada 2020 yang rencananya dilaksanakan pada 23 Februari mendatang.

“Jadi saya kira ini sebuah pendidikan politik yang bagus, khususnya di Banjarmasin sebagai barometer. Karena sebagai ibukota Prov Kalsel,” jelasnya.

Adapun Kepala Kesbangpol Banjarmasin, Kasman mengatakan, sosialisasi yang diisi pemateri dari unsur penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu tidak lain bertujuan sebagai langkah Pemkot Banjarmasin untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu, khususnya untuk menghadapi Pilkada 2020.

“Ini memang kegiatan rutin dari Kesbangpol. Tujuan kami agar masyarakat memahami dan mengerti tata cara dan bisa berpartisipasi dalam menyukseskan Pilkada 2020 nanti,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Kasman, bahwa masyarakat juga perlu mengetahui ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Seperti misalnya menghindari adanya politik uang. Dan pelanggaran pemilu lainnya.

“Ya kami berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat kita semakin cerdas. Memilih pemimpin sesuai hati nurani mereka,” tandanya.(vin/KPO-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...