Kapolda Kalsel : Toleransi di Banua Jangan Ternoda

Banjarmasin, KP – Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani, ingatkan toleransi di banua jangan sampai ternoda.

Itu pasca perusakan balai pertemuan di Perum Agape Griya Tumaluntung, Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (29/1) lalu.

Kemudian Polda Kalsel mengadakan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel, Minggu (2/2), di Aula Kantor MUI Kalsel di Masjid Sabilal Muhtadin.

“Kejadian di Sulawesi Utara merupakan murni tindak pidana dan akan dilakukan penanganan hukum secara profesional,” tambah kapolda.

Dikatakan, perbuatan perusakan balai pertemuan itu, apapun alasannya, merupakan suatu perbuatan tindak pidana.

Polri juga telah melakukan tindakan tegas kepada beberapa pelaku pengrusakan.

“Proses penegakan hukum, percayakan kepada Polri. Kami akan profesional dalam melakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Berita Lainnya

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 892
Loading...

Semua, salah satu bentuk komitmen bahwa negara atau Polri memberikan jaminan keamanan bagi warga negara yang akan melaksanakan ibadah.

Menurutnya, Polda Kalsel secara berkesinambungan juga akan menggalang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas di Bumi Lambung Mangkurat.

“Seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kalsel untuk tetap menjaga toleransi.

“Jangan sampai toleransi ternoda oleh perilaku-perilaku yang tidak terpuji.

Kami juga mengimbau seluruh tokoh agama maupun masyarakat agar tidak mudah terprovokasi untuk melakukan hal yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Sementara Ketua FKUB Kalsel, M Mirhan juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan pasca peristiwa perusakan balai pertemuan itu di Sulawesi Utara.

“Masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu provokasi yang berkembang. Sampai saat ini situasi kondusif,” ujarnya.

Mirhan meminta jika ada persoalan di tengah-tengah masyarakat agar langsung dikomunikasikan, tidak mudah terprovokasi, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya