Banjarbaru, KP – Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel dan seluruh pemangku kepentingan.
Semua atas kolaborasi dan semangat gotong royong dalam merealisasikan pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat.
“Pembangunan Kodam bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan,” kata Kasad TNI diwakili Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa pada saat “ground breaking” pemancangan tiang pertama di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (6/5).
Prosesi ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Wakasad, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Kegiatan ini turut didampingi Gubernur Kalsel H. Muhidin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekda Kalsel M. Syarifuddin, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta para bupati dan wali kota se-Kalsel.
Gubernur Kalsel, menyebut pembangunan Kodam Lambung Mangkurat merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Menurutnya, nama Lambung Mangkurat diangkat kembali sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tokoh pejuang daerah.
Penamaan tersebut juga disebut sebagai inisiatif dari Pangdam.
“Dulu Kodam ini sempat dibekukan. Hari ini kita angkat kembali nama besar Lambung Mangkurat sebagai simbol perjuangan dan kebanggaan daerah,” timpalnya.
Ini katanya lagi dinilai menjadi simbol penguatan kehadiran negara sekaligus peningkatan sistem pertahanan di daerah.
“Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam kendali wilayah militer yang terpusat di luar provinsi.
Dengan hadirnya Kodam, efektivitas kendali teritorial dan koordinasi lintas sektor akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun sinergi lintas sektor.
Pembangunan juga diyakini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertahanan, tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Sementara Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melanjutkan, kehadiran Kodam ini akan memperpendek rentang kendali, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta mempercepat respons terhadap berbagai situasi di daerah.
“Kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada alutsista, tetapi juga pada kekuatan rakyat. Semangat juang masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan, menjadi faktor penting yang membuat Indonesia disegani.
Kami TNI-Polri hanya melanjutkan semangat perjuangan rakyat yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Dengan hadirnya Kodam diharapkan sinergi dengan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendukung pembangunan,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, menjelaskan bahwa pembangunan Kodam Lambung Mangkurat membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar.
Pendanaan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan pemerintah daerah.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp140 miliar berasal dari Kemenhan.
“Sementara sisanya merupakan kontribusi bersama dari Pemprov dan kabupaten/kota,” paparnya.
Ia menambahkan, kompleks Kodam akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan gedung utama setinggi lima lantai yang dilengkapi fasilitas sesuai master plan.
Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027, dengan rencana peresmian operasional Kodam pada 2027–2028.
Sebelumnya, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin sebut, pembangunan Kodam Lambung Mangkurat” salah satu Rencana dan Strategi (Renstra) TNI AD.
“Kalau ada Makodam, saya yakin pertumbuhan ekonomi Kalsel akan lebih cepat dan maju,” ujarnya.
Pangdam Zainul juga menambahkan kedepannya TNI AD sedangkan mengembangkan Batalyon Infanteri.
“Nah, Batalyon ini di mana setiap Kabupaten harus ada.
Untuk Kalsel sudah terdapat empat Batalyon yang sudah exseting dan nanti setiap kabupaten akan bertambah Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. (mns/K-2)















