“Perang Sampah” di Bendungan 2020 di Kalsel Dua Ribu Ton per Hari

Timbulan sampah di Kalimantan Selatan tahun 2020 sudah mencapai lebih dari 2.000 ton per hari.

MARTAPURA, KP – Banyak sampah berhasil dipungut petugas gabungan saat menyisir areal Bendungan Riam Kanan, di Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Jumat (14/2).

Kegiatan diberi nama “Perang Sampah” itu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel, Dinas Kehutanan Kalsel, PT PLN Persero, dan Pemerintahan Desa Tiwingan. “Perang sampah“ ini kepedulian kita terharap sampah.

Persoalan sampah adalah PR penting, karena itu masyarakat sengaja kita libatkan menjadi satu kesatuan memerang sampah,” jelas Kepala Dinas LH, Hanifah Dwi Nirwana.

Sampah yang berhasil dipungut kebanyakan plastik terbawa arus air pinggir sungai.

Dikatakan Hanifah, ia sudah berbincang dengan pemilik rumah yang berada di pinggir sungai.

“Menurut keterangan mereka itu bukan sampah yang berasal dari rumah warga setempat, karena mereka sudah punya tempat sampah sendiri dan setiap hari ada yang mengangkut.

Menurut mereka itu sampah yang hanyut dari hulu,” kata Hanifah.

Hanifah mengimbau semua pihak yang berkunjung atau menjalankan usaha di kawasan tersebut untuk bersama-sama menjaga kebersihan, sebab dikatakannya tidak mungkin pemerintah sendirianya menyelesaikan masalah sampah.

Disebutnya, kedepan juga direnacanakan untuk mengimbau kepada pengujung dan warga pengelola ikan, dan pemilik warung untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampa sembarangan di Tiwingan terutama di waduk.

Berita Lainnya

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 892
Loading...

“Pengelola ikan kami harap bisa mengelola sampah sendiri dan jangan dibuang ke air, terutama sampah plastik.

Kita akan kerjasamakan dengan pemilik kelotok untuk disediakan tempat sampah.

Saya lihat sudah beberapa kelotok dilengkapi tempat sampah, memang kelotok kecil (perahu kecil bermesin) belum dilengkapi tempah sampah,” katanya.

Ia menambahkan, perlu diketahui bersama timbunan sampah semakin hari semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Timbulan sampah Kalimantan Selatan tahun 2020 ini sudah mencapai lebih dari 2.000 ton per hari.

“Target Kalimantan Selatan bersih sampah 2025 jika mengacu pada standar nasional adalah 70 pesen penanganan sampah, 30 persen pengurangan sampah.

Dengan adanya Aksi Perang Sampah kita berupaya untuk mengingatkan kepada kita semua tentang pentingnya pengelolaan sampah untuk menuju lingkungan yang bersih, indah, dan sehat.

Apabila timbulan sampah tersebut tidak terkelola dengan baik akan berdampak pencemaran, gangguan kesehatan dan penurunan estetika lingkungan.

PLTA Riam Kanan sebagai objek vital dalam upaya menyediakan listrik kepada masyarakat sekaligus sebagai lokasi objek wisata serta tempat pemeliharaan atau perkembangbiakan ikan menjadi objek yang sangat strategis.

“Untuk itu PLTA harus menjadi contoh dan menjadi tanggung jawab pengelolaannya dalam hal kebersihan dan keindahan dengan harapan kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi kebiasaan bagi masyarakat di sekitarnya untuk menjadi budaya bersih masyarakat dan lingkungannya,” himbaunya. (mns/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya