Wagub Beberkan Potensi Investasi pada Forum Investasi

Banjarmasin, KP – Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, yang mewakili Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, saat membuka Forum Investasi dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Sabtu (8/2), di Hotel Golden Tulip, mengajak investor untuk menanamkan modal di Kalsel.

Dikatakan Rudy, potensi investasi Kalsel sangat besar. “Jangan takut berinvestasi di Kalsel, masih banyak potensi,” ujar Rudy, di hadapan menteri dan beberapa perwakilan kedutaan besar negara sahabat tersebut.

Menurut Rudy, terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki Kalsel. Yang pertama letak geografis berada di tengah-tengah Indonesia. Yang kedua bebas dari gempa bumi, bebas dari gunung berapi, berbatasan langsung dengan ibu kota negara (IKN), dan memiliki laut yang dalam.

Keunggulan yang ke tiga tersedia lahan dan kawasan membangun penopang IKN. Yang ke empat didukung energi listrik yang cukup bahkan potensial membangun PLTU mulut tambang. Yang kelima memiliki bandara internasional, serta ditopang bandara di tiga kabupaten.

Berita Lainnya
1 dari 1.097
Loading...

Yang ke enam ketahanan pangan tidak perlu diragukan lagi, karena sudah surplus. Yang ke tujuh potensi pariwisata tidak kalah dari daerah lain. Terakhir, yang ke delapan Kalsel sangat siap menjadi pusat pengembangan start up digital.

“Kami mengajak semua pihak membangun Kalsel. Kami sadar keunggulan tersebut tidak menjadi apapun tanpa dukungan pemerintah pusat dan para investor. Kami berharap dukungan untuk mempercepat pembangunan infrastuktur khususnya jalan bebas hambatan, jembatan Pulau Laut-Pulau Kalimantan, dan pelabuhan Mekar Putih untuk menjadi gerbang ibu kota,” harapnya.

Sementara itu, Political dan Economic Affairs, Embassy of the Republic of Poland, Michal Weglarz, menyambut baik tawaran investasi tersebut. Menurutnya, sebelumnya Polandia sudah berinvestasi di Indonesia jauh sebelum ini, seperti di Lombok dan Jawa barat. “Kita ingin berinvestasi lagi di Indonesia, lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ia mengakui, di Indonesia memang sangat sulit untuk dapat berinvestasi karena sistem birokrasi yang amat sulit. Disebutkannya, banyak aturan yang memang dipertimbangkan untuk para investor. “Saya berharap itu bisa berubah, sehingga banyak investor yang bisa bergabung dan menanamkan modalnya di Indonesia,” bebernya.

Ia menilai, birokrasi dan aturan yang sulit untuk para investor membuat sulitnya investor untuk datang dan menanamkan modalnya di Indonesia. besar harapannya hal itu dapat diperbaiki, terutama sekali di Kalimantan Selatan yang sedang membuka peluang investor masuk.

Ia berjanji akan melaporkan semua potensi investasi yang dimiliki Kalsel. “Setelah ini tentunya kami akan lebih sering melihat dan berkunjung ke provinsi-provinsi lain di Indonesia, dengan berbagai kunjungan itu tentunya akan kami pertimbangkan dan kami lihat potensi yang ada dan akan saya laporkan ke perusahaan dan negara, sehingga dapat mengundang para investor untuk lebih banyak lagi menanamkan modal di Indonesia,” tegasnya. (adpim/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya