Kesadaran Periksa Kesehatan ODR Covid-19 Masih Rendah  

Dari 699 ODR virus sebagian besar belum diketahui pasti apakah dengan kesadaran sendiri sudah memeriksakan kesehatannya, baik datang langsung ke dokter, ke puskesmas atau rumah sakit.

BANJARMASIN, KP – Pemko Banjarmasin terus berusaha keras untuk menangkal penyebaran Virus Corona (Covid-19). Salah satu antisipasi adalah terhadap yang dikategorikan masuk daftar Orang Dalam Resiko (ODR) Covid-19 karena dinilai masih rendah dalam memeriksakan kesehatannya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Machli Riyadi SH MH, data terakhir di Banjarmasin saat ini sebanyak 699 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Resiko (ODR) Virus Corona.

Machli Riyadi mengungkapkan, dari 699 ODR virus itu sebagian besar belum diketahui pasti apakah dengan kesadaran sendiri sudah memeriksakan kesehatannya, baik datang langsung ke dokter, ke puskesmas atau rumah sakit.

“Dari data ada pada kami dari sebanyak 699 ODR baru 126 orang diantaranya yang memeriksakan diri dengan datang ke Puskemas,’’ ujarnya kepada KP, Selasa (24/3/20), usai rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin dengan agenda membahas pencegahan Covid-19.

Mereka yang masuk dalam katagori ODR ini, jelas Machli Riyadi, adalah bagi mereka sepulang habis bepergerian keluar daerah, khususnya yang masuk pada zona merah terjangkitnya Virus Corona, seperti Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Jogjakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia.

“Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 54 orang,’’ ujarnya, seraya menjelaskan, ODP adalah mereka dengan tanda-tanda mengalami demam dengan temparatur suhu badan 38 derajat celcius, batuk disertai flu dan mengalami ganguan penyakit Ispa ringan.

Berita Lainnya
1 dari 1.801
Loading...

Machli Riyadi juga menjelaskan, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dari Banjarmasin saat ini bertambah dari 2 orang hingga menjadi 4 orang. “Satu dari empat PDP itu, ujarnya, sudah dinyatakan, positif terjaring Virus Corona.

Menurutnya, selain ODR yang perlu diwaspadai sesuai petunjuk dan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tidak menggunakan istilah “Suspect Corona’’ bagi orang yang diduga terjangkit Virus Corona Covid-19, tapi menggunakan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Khusus orang yang dinyatakan masuk kategori PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratorium dimana hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu Machli mengimbau, agar masyarakat membantu upaya pemerintah mengurangi penyebaran atau memutus mata rantai Covid-19 dengan lebih banyak berdiam diri di rumah, hingga wabah ini benar-benar mereda.

“Tetap tenang, jangan panik. Tetap berada di rumah paling utama. Jangan keluyuran jika tidak penting. Bantu kami pemerintah dengan tetap diam di rumah,’’ imbau Machli. 

Dijelaskan, pencegahan adalah obat utama dan mujarab dengan cara pola hidup sehat, perbanyak cuci tangan, mandi secara teratur, pakaian dicuci setiap hari, jika perlu rumah atau lingkungan disemprot disifektan.

“Kuncinya daya tahan tubuh yang harus dijaga sehingga sistem imun tubuh jadi kuat. Selain itu bantu kami putus mata rantai penyebaran Corona,’’ demikian kata Machli Riyadi. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya