Syamsuri Arsyad Jadi Narasumber Rakerkesda Kalsel 2020

Banjarmasin, KP – Wakil Bupati (Wabup) Hulu Sungai Selatan (HSS) Syamsuri Arsyad menjadi narasumber pada rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020, Senin, (9/3/2020) di Hotel Rattan In Banjarmasin.

Di hadapan para peserta Rakerkesda Kalsel 2020, Syamsuri Arsyad menyampaikan langkah dan strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS, dalam menurunkan dan mengurangi angka kematian anak dan ibu di daerahnya.

Syamsuri berujar, Pemkab HSS awalnya sangat prihatin dengan kebiasaan masyarakat, yang lebih memilih ke dukun kampung dari pada pergi ke bidan desa. Kondisi tersebut, membuat tingkat kematian bayi dan ibu saat proses persalinan cukup tinggi.

“Inilah awal permasalahan yang dihadapi,” ucap Kak Choe, sapaan akrab Wabup HSS.

Maka, dengan permasalahan yang dihadapi tersebut ujar Kak Choe, terciptalah sebuah gagasan ide. Tetapi, pihaknya juga tidak ingin memutus profesi dukun kampung dalam masyarakat.

“Akhirnya, Pemkab HSS melalui Dinas Kesehatan membuat kebijakan, agar bidan dan dukun kampung, saling bekerja sama dalam menangani persalinan,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.202
Loading...

Dijelaskannya, bidan desa menangani proses persalinan secara medis. Sedangkan dukun kampung, membantu bidan untuk membersihkan ibu dan bayi pascapersalinan.

“Pemerintah juga memberikan insentif kepada para dukun kampung, yang membawa ibu yang akan melahirkan ke bidan desa atau puskesmas terdekat,” terangnya.

Melalui kerja sama tersebut ucap Kak Choe, perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat, bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. 

Program itu ungkapnya, disebut dengan nama “Si Midun ke Faskes” merupakan singkatan dari strategi kemitraan dukun kampung dan bidan merujuk ibu bersalin ke fasilitas kesehatan. “Yang mana, inovasi ini meraih penghargaan ditingkat nasional,” bebernya.

Ditambahkannya, upaya lain untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di HSS, yakni dengan membangun pos kesehatan desa (Poskesdes), yang kini telah ada hampir di tiap desa di Kabupaten HSS.

Poskesdes tersebut, selain untuk memperluas layanan kesehatan yang tidak terjangkau Pukesmas, juga berperan dalam memberikan pelayanan pra dan pascakelahiran. (tor/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya