Wawali Tinjau Pembuatan APD

Banjarbaru, KP – Perkembangan situasi Covid-19 semakin hari kian meningkat dan menyebar luas di banyak negara, termasuk Indonesia. Kasus corona di Indonesia sudah lebih dari 450 orang. Di tengah meningkatnya jumlah orang yang terjangkit, justru banyak rumah sakit mengalami kesulitan dalam mengatasi penyebarannya.

Minimnya persiapan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona, membuat banyak rumah sakit kesulitan mendapatkan alat pelindung diri (APD). Terbatasnya APD tersebut menyebabkan kekhawatiran petugas kesehatan di rumah sakit yang jadi rujukan penanganan virus corona, bisa terinfeksi.

Sejak munculnya virus corona di Indonesia, ketersediaan alat kesehatan seperti masker, sarung tangan dan antiseptik juga terbatas. Oleh karena itu harganya pun menjadi lebih mahal, melonjak lebih tinggi. Banyak apotik kehabisan pasokan masker karena banyaknya pembeli.

Pemerintah diminta harus lebih meningkatkan dan memperbanyak ketersediaan pasokan alat kesehatan, terutama masker dan sarung tangan. Penambahan alat kesehatan ini sangat penting untuk menangani potensi penularan, terutama di rumah sakit rujukan, apalagi jumlah pasien corona terus bertambah.

Berita Lainnya
1 dari 1.191
Loading...

Kota Banjarbaru dalam menyikapi sulitnya mendapatkan APD, membuat solusi dengan membikin sendiri APD untuk tenaga medik yang diprakarsai seorang dokter. Dinas Koperasi pun membuat APD sesuai standart kesehatan nasional yang melibatkan tenaga kerja dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga dan para tukang ojek yang ikut merasakan dampak ekonomi karena pandemi corona ini.

Pengerjaannya dilakukan di 3 tempat, diantaranya di Café Kai Suki, SMKN 3 Banjarbaru dan di Panti Asuhan Budi Luhur Banjarbaru .

Wakil Walikota Darmawan Jaya didampingi Kepala Bapeda dan Kadis Koperasi, UMKM, Naker meninjau tempat pembuatan APD tersebut, sekaligus memberikan support kepada pekerjanya

”Saya sangat mengapresiasi semangat untuk membuat sendiri APD ini, ini satu amal ibadah kita dalam memerangi virus Corona, semoga bermanfaat dan berguna bagi tim medis, baik di rumah sakit pemerintah serta swasta,” katanya disela peninjauan.

Dia pun berharap usaha yang dijalankan ini mendapat respon, bukan hanya dari Kota Banjarbaru saja, tapi kabupaten/kota lainnya di Kalsel, apalagi dengan harga terjangkau, namun tetap berkualitas standart Nasional. (Wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya