Dampak Covid 19 Penjualan Rokok Menurun

Ditambahkan Dian, penurunan hingga 65 persen bukan hanya dampak dari virus corona saja namun juga minggu lalu berbarengan dengan naiknya pita rokok oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

BANJARMASIN, KP – Penjualan rokok musim wabah Covid-16 menurun tajam.

Regional Sales Manager (RSM) Kalimantan PT Bintang Sayap Utama Banjarmasin Kalselteng, H Junaidi dan Area Sales Manager Dian, penjualan rokok red mild grup mulai terjadi penurunan penjualan hingga 65 persen.

“Bulan yang lalu penjualan masih stabil dimulai satu minggu lalu penjualan rokok kami mulai turun drastis biasa habis 400 karton sehari sekarang turun dratis hingga 65 persen hilangnya,” jelas Junai dan Dian Senin siang dikantornya.

Memang basis terkuat penjualan Red Mild Grup wilayah perkotaan yakni Banjarmasin, Banjarbaru, minggu-minggu ini mulai sangat terdampak juga wilayah Kalteng akibat virus corona ini.

“Walaupun kondisi berat dan terpukul sepertinya managemen Bintang Sayap Utama, kami belum ada merumahkan pekerja hingga mem PHK karyawan namun jam kerja kami setiap harinya hanya sampai pukul 14.00 saja, walaupun pabrikkan kami di Malang mulai libur selama 17 hari,’’kata Junaidi.

Ditambahkan Dian, penurunan hingga 65 persen bukan hanya dampak dari virus corona saja namun juga minggu lalu berbarengan dengan naiknya pita rokok oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

Jadi bila harga naik biasanya dibarengi dengan turunnya omzet untuk beberapa minggu kedepan dan ini sudah dirasakan.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Namun jika dibandingkan dengan tahun 2019 pada periode yang sama tetap turun penjualan sebagai dampak regulasi pemerintah juga dampak covid 19, sehingga 2 faktor ini yang paling berat untuk industri rokok dikuartal I Tahun 2020 ini juga dirasakan pengusaha rokok lainnya.

Adapun produk rokok Red Bold varian yang paling bagus penjualannya dalam kondisi normal dengan harga cuma Rp18.000 isi 20 batang ini akibat dari regulasi dari sebelumnya hanya Rp16,000 dan kontribusi kota Banjarmasin hampir 70 persenan sisanya Hulu Sungai, Pelaihari, Batulicin dan Kota Baru.

Dikatakan Dian, kalau kita bagi per Area Kalimantan Kalsel kontrubusinya 70 persen, Kalteng 19 persen dan Kaltim sisa dari area Kalsel dan Kalteng.

Adapun produk Bintang Sayap Utama ini ada sekitar 11 produk rokok, Red Mild, Red Mild Mentol, Red Bold, Red Bold Mentol, Red Black, Red Black Mentol, Gudang Baru, Bllue Sky, Andalan Kretek 16, Andalan Kretek 12 dan yang paling murah rokok Rp8000 dan varian kretek ini mulai tumbuh penjualannya.

“ Kita berharap sebagai pengusaha, wabah covid 19 bisa cepat berlalu dan masyarakat terus rajin cuci tangan dan bila berjalan terus pakai maskar dan terus jaga jarak agar terhidar dari virus ini,” sebut Dian.

Dalam kondisi normal sebulan bisa keluarkan 6.600 kartonan dalam bulan Peberuari tadi saja semua produk kita dengan Nominal hingga Rp58 miliar hingga tembus Rp70 miliaran per bulan asalnya hanya 4000 sampai 5000 karton waktu adanya kebijakan naik harga rokok.

Kontribusi nasional Gudang Baru Berkah berada diperingkat ke enam secara nasional sedangkan peringkat atas gudang garam serta sampurna dan bentoel dengan kontribusi pita cukai mereka sudah ditas Rp 60 triliuan kontribusi untuk APBN negara setiap tahunnya.

“ Kami harapkan dinas terkait seperti Bea dan Cukai Banjarmasin dan Kepolisian rajin melakukan rutin rajia rokok ilegal yang merugikan pendapatan negara karena ini sangat berdampak pada penjualan rokok kita yang bermain dimedle bawah,” tutup Dian. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya