Ekonomi Kalsel Diprediksi Makin Melemah

Banjarmasin, KP – Perekonomian Kalsel diprediksikan semakin melemah, dengan menurunnya pendapatan asli daerah (PAD) sebagai dampak penyebaran Covid-19 di wilayah Kalsel.


“Jadi pelemahan perekonomian ini diprediksikan berlangsung hingga tahun depan, bahkan mungkin hingga 2022,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Rabu (29/04/2020), di Banjarmasin.


Imam Suprastowo mengatakan, dampak ekonomi akibat Covid-19 ini hampir semua sektor, dimana perusahaan banyak merumahkan karyawan, perusahan batubara dan perusahaan crude palm oil (CPO) juga tergerus, termasuk penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...


“Ini berpengaruh pada daya beli masyarakat, sehingga mempengaruhi roda perekonomian,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Kondisi ini sudah terlihat saat monitoring Komisi II DPRD ke Samsat di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS), dimana pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten HSS turun hingga 50 persen, sedangkan di Kabupaten Tapin hanya turun satu peren.


“Ini hanya di dua daerah, bagaimana kondisi di kabupaten lain,” ujar Imam Suprastowo.


Diakui, penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor ini dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan dana yang ada untuk pembelian bahan makanan dan menunda pembayaran pajak.

“Mudah-mudahan hanya penundaan saja, dan akan dibayar setelah kondisi memungkinkan,” jelasnya. (lyn/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya