Gempar, Surat Berisi Nama Positif Covid-19 Beredar Warga Langsung Klarifikasi Lurah

ia meminta maaf dan mengatakan nama-nama warganya positif corona sama sekali tidak benar.

BANJARMASIN, KP – Warga Banjarmasin, khususnya yang tinggal di kawasan kelurahan Pasar Lama mendadak gempar. Menyusul foto surat berkop Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang berisi 10 nama warga kelurahan setempat tertulis positif Covid-19, bocor dan beredar di jejaring sosial, Jumat (17/4/2020).

Sebagaimana informasi beredar, dalam surat yang ditandatangi Lurah Pasar Lama Samsuddin, S.PD, MM tersebut, perihalnya adalah permohonan bantuan pangan dan sembako terhadap 10 nama beserta keluarganya tersebut untuk menjalankan isolasi mandiri.

Dan surat itu ditujukan kepada Ketua Tim Gusus Tugas Penanganan Percepatan (P3) Covid-19 Banjarmasin.

Bahkan dalam surat itu, 10 nama yang ditulis positif Corona berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas S Parman, juga berisi alamat dan usia, plus jumlah tanggungan.

Begitu surat ini dengan cepat menyebar di jejaring sosial, tak pelak membuat warga, khususnya yang tinggal sekelurahan dengan nama-nama pasein yang disebut-sebut terinfeksi Covid-19 menjadi resah.

Alhasil, sejumlah warga kemudian mendatangi Kantor Kelurahan Pasar Lama untuk meminta klarifikasi.

Dari pertemuan warga tersebut, Lurah Pasar Lama, Samsudin membenarkan telah mengeluarkan surat dengan nomor : 36.RAH/PL/BTH/IV/2020 perihal nama-nama warganya positif virus corona.

Namun dengan alasan terjadi kesalahan pengetikan data ia meminta maaf dan mengatakan nama-nama warganya positif corona sama sekali tidak benar. Ia juga menyatakan sudah meralat surat itu, dengan mengeluarkan surat dengan nomor : 37 /RAH/PL/BTH/2020.

Berita Lainnya
1 dari 1.038

Di waktu hampir bersamaan, Kepala Puskesmas S Parman dr Tutik juga memberikan klarifikasinya, yang ramai beredar di media sosial.

Ia menyatakan, data yang menyebar di medsos tersebut tidak benar. “Karena data dan informasi yang disampaikan tidak benar. Disitu disampaikan positif Covid-19, yang benar itu positif rapid test. Keduanya ini tidak sama,” kata dia.

Menurutnya, untuk positif rapid test hanya skrening dan harus dilanjutkan test swab.

Selain itu dari 10 nama tersebut, hanya urutan nomor 1 sampai 6 yang positif rapid test. “Tapi nama di nomor 5 dan nomor 7 sampai 10 belum periksa rapid test,” jelasnya.

Ketua Komisi I Menyayangkan sampai Bocor

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Suyato, SE MM sangat menyayangkan beredarnya broadcast melalui jejaring sosial yang berbuntut telah menimbulkan kepanikan di masyarakat itu.

Ia mengatakan, kalaupun data itu benar semestinya identitas pasien disimpan dengan sangat rahasia, agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat.

“Kami sangat sesalkan kenapa sampai ada foto surat, dan siapa yang menyebarkan ini. Karena bisa menyebabkan kepanikan di masyarakat,” ujarnya, saat dihubungi wartawan, via WhatApss, Jumat (17/4/2020).

Menurut politisi PDIP ini, menyikapi permasalahan tersebarnya surat itu, pihaknya dalam waktu dekat akan meminta keterangan Lurah Pasar Lama maupun pihak terkait lainnya

“Jika ada unsur kesengajaan, tentu harus ditindak tegas dan kejadian ini tidak boleh terulang ,” tandasnya. (nid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya