Jalan Alaternafi Rumah Karantina di BTIKP di HKSN Banjarmasin Disurvei

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin berkomitmen segera membuat jalan alternatif untuk menuju Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Kalsel yang saat ini difungsikan sebagai rumah karantina OPD Covid-19 atau virus corona.

Komitmen ini dibuat sesuai hasil kesepakatan Pemko dengan warga Komplek Bumi Indah Lestari II, Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara yang sebelumnya protes, lantaran keberatan jalan komplek mereka digunakan sebagai akses menuju rumah karantina.

Kepala Bidang Jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Candar mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengecek lokasi yang akan dijadikan jalan alternatif tersebut.

“Sesuai arahan pimpinan kami langsung kelapangan. Kemarin kami sudah survei lokasi untuk pembuatan jalan alternatif,” ucapnya kepada Kalimantan Post, Kamis, (16/04/2020).

Ia mengungkap, bahwa ada beberapa lokasi yang mereka temukan. Dan sesuai hasil pantauan mereka pembangunan jalan alternatif itu sangat mungkin dilakukan.

“Kemarin itu ada tiga jalur alternatif yang kami cek. Lewat Unlam, kemudian lewat Jalan Perdagangan, dan ada juga lewat perumahan,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.428
Loading...

Kendati demikian, pembangunan jalan tersebut tak sementara – merta bisa langsung dikerjakan. Sebab, hasil survei lokasi itu harus dirapatkan kembali, untuk menentukan jalur mana yang akan dipilih.

Selain itu lanjut Candra, pihak juga perlu rapat bersama pihak terkait untuk menindak lanjuti dari hasil survei tersebut. Pasalnya, perlu ada sedikit pembebasan lahan untuk pembangunan jalan itu.

“Ini perlu didiskusikan lagi. Jadi mudah-mudahan ada jalan keluar yang terbaik dengan adanya rapat koordinasi bersama pihak yang terkait akan hal ini,” ujarnya.

Lantas kapan pembangunan jalan alternatif itu bisa direalisasikan? Candra menjawab secepatnya jalan itu akan dibangun. Sebab, sesuai hasil kesepakatan penggunaan jalan komplek hanya bersifat sementara.

“Secepat mungkin menindak lanjuti dari hasil survei kemarin,” katanya.

Candra mengungkapkan, untuk jarak pembangunan jalan alternatif mencapai 500 meter. Juga perlu ada pengurukkan lahan, mengingat beberapa lokasi masih tanah rawa, dan juga perlu ada pembuatan jembatan.

“Dari hasil survei gambarnya ada sekitar 500 meter panjangnya. Mungkin ada pembebasan lahan, ada pembuatan jembatan baru karena ada sungai juga yang harus dilalui,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya