Masih Banyak Pedagang Pasar Tak Pakai Masker

Banjarmasin, KP – Hingga hari ke – 6 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin masih ada saja pedagang maupun pembeli di pasar tradisional yang masih tak menggunakan maker, Rabu (29/04/2020)

Padahal dalam Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoma Pelaksanaan PSBB menyebutkan dengan jelas agar masyarakat mewajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Bidang PSDP dan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjarmasin Drs H Ichrom M Tesar mengatakan hal ini mereka temukan saat melakukan sosialisasi penerapan PSBB di beberapa pasar kemarin.

“Masih ada pedagang maupun pembeli yang tidak mengenakan masker seperti di Pasar Kuripan, dan Ksatrian. Dan mereka langsung diberikan teguran di tempat,” ujarnya.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat kewajiban penggunaan masker tak lain untuk kebaikan masyarakat sendiri. Agar terhindar dari penularan Covid-19 atau virus corona.

Berita Lainnya

Bang Dhin Geram, Ada Pungli di Objek Wisata Tanbu

Pembahasan RAPBD 2021 Ditunda

1 dari 1.411
Loading...

Lebih lanjut Tesar mengemukakan, selain dua pasar tadi pihaknya juga melakukan sosialisasi dan imbauan terkait peraturan PSBB di beberapa pasar lainnya, diantaranya Pasar Gedang, dan Batuah.

Adapun yang disampaikan terkait penyampaian batas waktu operasional. Untuk pasar rakyat Skala kecil yang menjual kebutuhan pokok baik milik Pemko maupun swasta yang beroperasional pagi diatur dari pukul 6 pagi sampai 1 siang. Sedangkan sore dari pukul 2 siang sampai 6 sore.

Sedang bagi pedagang yang menjual di luar bahan pokok dimbau untuk tutup sementara, namun jika tetap buka diberlakukan pembatasan jam operasional. Untuk pagi dari pukul 8 sampai 2 siang. Dan yang sore dari pukul 2 sampai 6 sore.

Selain sosialisasi operasional lanjut Tesar, pihaknya juga mengimbau agar pedagang dan pembeli selalu menggunakan masker, mengedepankan perilaku hidup sehat, mencuci tangan dengan sabun usai bertransaksi, menjaga jarak, serta imbauan agar masyarakat mendatangi pasar terdekat.

“Sosialisasi dan imbauan ini sebagai salah satu upaya kami agar masyarakat paham. Serta guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini,” jelasnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan PSBB ini juga diatur terkait penutupan sementara beberapa pasar, khususnya pasar sajumput dan pasar dadakan yang biasanya digelar di pinggir jakan. Dua kategori pasar ini ditutup sementara waktu selama pemberlakuan PSBB. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya