Masuk Banjarmasin Tak Pakai Masker Disuruh Pulang

Pengguna masker saat masuk kota ini bersifat wajib dan jika tak mengindahkan maka akan diberi sanksi untuk tak diperbolehkan masuk dan diperilakan pulang

BANJARMASIN, KP – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin bakal diberlakukan Jumat (24/04/2020). Tim Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin telah melakukan serangkaian simulasi terkait Sistem Pengamanan Kota.

Simulasi dilakukan di halaman Polresta Banjarmasin, Rabu (22/04/2020). Dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan serta Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Sitompul.

Bahkan dalam simulasi tersebut dijelaskan beberapa tindakan yang akan dijalankan saat PSBB diberlakukan. Diantaranya terkait menggunakan masker saat masuk kota.

Ibnu menjelaskan, bahwa pengguna masker saat masuk kota ini bersifat wajib. Jika tak mengindahkan maka akan diberi sanksi untuk tak diperbolehkan masuk dan diperilakan pulang.

“Jadi siapapun yang masuk Banjarmasin wajib menggunakan masker. Tak pakai masker tak boleh masuk. Silakan kembali,” ucap Ibnu yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin usai simulasi.

Kemudian juga disampaikan terkait penerapan jam malam saat pemberlakuan PSBB, Banjarmasin. Jam ini berlaku dari pukul 20.00 – 06.00 Wita.

“Kota ini betul-betul dijaga selama 24 jam keluar masuknya. Sehingga ada pemberlakuan jam malam dari pukul delapan malam, hingga enam pagi,” katanya.

Kendati demikian, Ibnu tak merincikan apa saja yang akan dilakukan saat jam malam diberlakukan. Termasuk sanksi bagi yang melanggarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

Namun mengacu kepada undang-undang karantina, bagi pelanggar bisa saja diberikan sanksi pidana dan denda materi.

“Sanksi memang ada di Undang-Undang karantina. Yang melanggar aturan dipidan satu tahun dan denda Rp 100 juta,” jelasnya.

Selain itu, semua instan maupun perusahaan juga diliburkan saat PSBB diberlakukan. Ini berlaku untuk swasta maupun negeri. Terkecuali bagi perusahaan di sektor pelayanan dasar.

“Tapi ada juga pengecualian, untuk perbankan, kesehatan, industri, toko bangunan, juga kebutuhan pangan dan sebagainya. Prinsipnya Instansi yang memiliki karyawan kita imbau untuk pengurangan jam. 50 persen saja yang masuk sisanya work from home,” jelasnya

Namun demikian, roda perekonomian harus tetap berjalan. Sehingga pasar tetap beroperasi meski ada pembatas. “Pasar masih buka tapi menerapkan fisical distancing, social distancing wajib pakai masker. Tidak berlama-lama,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan menjelaskan, ada 10 posko yang didirikan. Posko induk tersebut tersebar di sejumlah wilayah, namun belum termasuk di wilayah kelurahan yang masuk dalam wilayah zona merah penyebaran.

Adapun jumlah personel yang diturunkan untuk 10 posko ada sekitar 250 orang. Namun demikian, jumlah tersebut masih belum termasuk dengan aparat yang tersebar di posko zona merah.

“Sepuluh posko ini untuk jalur yang ramai lintasan. Kalau di zona merah belum dihitung. Totalnya dari 10 pos tadi ada 250 personel. Kemudian belum termasuk polsek dan pos di kelurahan seperti Babinsa yang me-beckup tenaga medis. Kalau dihitung kemungkinan total ada 500 personel, ” ujarnya.

Selain itu, Tak hanya jalur darat, tapi jalur perairan juga diperketat. Transpor air akan dibatasi. “Dibantu Polair untuk arah Alalak sering aktifitas kayu itu juga dibatasi, jadi supaya aktifitas juga bisa lewat darat,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya