Paman Birin dan Walikota Pantau Pos Perbatasan

anjarmasin, KP – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina melakukan pemantauan aktifitas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan kota, Sabtu (25/04).

Pemantauan yang dilakukan kedua pemimpin itu mulai perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar, tepatnya di kawasan Jalan A Yani Km 6 Banjarmasin Timur. Kawasan depan Duta Mall Banjarmasin hingga perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala.

Kepada seluruh lapisan masyarakat, pria yang akrab disapa Paman Birin ini berharap, ke depannya dapat memahami kondisi yang telah terjadi, dan dapat mengikuti semua ajuran yang telah diberlakukan pemerintah dalam kegiatan PSBB. “Kita berharap seiring berjalannya waktu, satu atau dua hari ke depan masyarakat akan lebih dapat memahami dan mau mengikuti semua aturan yang diterapkan,” ucapnya saat berada di kawasan perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala.

Diingatkannya kembali, kegiatan PSBB ini terpaksa dilakukan pemerintah agar penyebaran Virus Covid-19 di provinsi ini khususnya di kota berjuluk seribu sungai ini dapat dihentikan. “Kegiatan hari ini kita tentu saja bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, karena keberadaan virus ini sangat menghawatirkan kita semua,” jelasnya.

Dari pantauan, hari kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terlihat berjalan lancar. Meski masih ada beberapa masyarakat yang terlihat masih beraktifitas di luar rumah.

Berita Lainnya
1 dari 1.391
Loading...

Untuk itu, harapan senada juga dilontarkan H Ibnu Sina. Katanya, masyarakat hendaknya dapat memahami aturan dari pemberlakukan kegiatan PSBB ini, dimana batas kegiatan beraktifitas di luar rumah untuk malam hari hanya sampai pukul 21.00 Wita.

Kalau toh ada kegiatan yang mengharuskan ke luar rumah, terangnya, yang diperbolehkan hanya sebatas untuk aktifitas emergency atau kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, kemudian aktifitas distribusi pangan dan logistik.

Sedangkan untuk kegiatan pelayanan publik lainnya, seperti karyawan hotel dan lainnya, katanya lagi, diharapkan bisa menyesuaikan waktu yang telah ditentukan dalam PSBB. “Jadi sebelum jam 21:00 malam mereka sudah bergantian, supaya tidak terkendala masuk Kota Banjarmasin, karena tepat jam 21.00 kota bisa dikatan tutup total, hanya untuk yang pengecualian tadi yang bisa beraktifitas masuk kota,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak tanggal 24 April 2020, Pemko Banjarmasin resmi memberlakukan status PSBB di kota ini.

Salah satu point dalam kegiatan yang dilaksanakan selama empat belas hari atau tepatnya hingga tanggal 7 Mei 2020 itu adalah adanya pembatasan waktu beraktifitas malam mulai dari pukul 21.00 wita hingga pukul 06.00 wita. (vin/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya