Respon Gelombang PHK, Disnaker Tawarkan Kartu Pra Kerja

Martapura, KP – Merespons gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang dirumahkan oleh beberapa perusahaan di Kabupaten Banjar karena imbas pandemi virus corona (COVID-19), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat siap memfasilitasi tenaga kerja yang terdampak dengan cara mengirimkan data mereka ke Kementerian Tenaga Kerja guna diikutsertakan dalam Program Kartu Pra Kerja.

”Agar bisa mengikuti program tersebut, masyarakat dapat mendaftar mandiri atau didaftarkan oleh Disnakertrans, kita akan bantu,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banjar Dr I Gusti Nyoman Yudiana MSi, di ruang kerjannya.

Dijelaskannya, nanti akan disesuaikan dengan minat dan bakat calon penerima Kartu Pra Kerja tersebut. Namun, tak sembarang pekerja yang kena PHK bisa mengikuti program Kartu Pra Kerja, sebab targetnya harus tepat sasaran.

”Dengan bantuan ini, semoga bisa membantu mereka yang terdampak PHK akibat pandemi Corona,”harapnya.

Berita Lainnya

Bagus Tangani Covid, Banjar Dapat DID 15,5 Miliar

Sekdes Di Kabupaten Banjar Saling Berbagi Ilmu

1 dari 363
Loading...

Nyoman menambahkan, sejak Kabupaten Banjar ditetapkan status tanggap darurat Covid-19 pada Maret kemarin, ratusan karyawan dari berbagai perusahaan yang tersebar di beberapa Kecamatan sudah dirumahkan, diantaranya di Kecamatan Cintapuri dan Gambut. Bahkan ada belasan yang sudah melakukan PHK oleh perusahaan yang berdomisili di kawasan Sei Paring dan Gambut.

”Adapun perusahaan yang terpaksa merumahkan dan mem PHK tenaga kerjanya tersebut, adalah bergerak dalam bidang perhotelan, kuliner, kelapa sawit dan Manufaktur yang telah melaporkan,”tandasnya.

Dijelaskan Nyoman, pendataan karyawan yang telah dirumahkan maupun yang di PHK masih terus dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 yang masih mewabah dan diprediksi sangat berdampak pada sektor tenaga kerja di Kabupaten Banjar. Untuk mereka yang telah di rumahkan, sistem penggajiannya tergantung dari peraturan perusahaan masing-masing.

”Sedang untuk THR, kami harap bisa dipenuhi perusahaan,” harapnya.

Disamping itu, selain mendata, pihaknya juga terus melakukan pengawasan, termasuk produksi atau aktivitas usaha perusahaan, apa memang benar terdampak Covid-19, artinya, karyawan yang di rumahkan maupun PHK, dipastikan benar-benar sesuai kondisi obyektif perusahaan. (wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya