Walikota Ibnu Usulkan Terapkan PSBB

120

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menegaskan jika usulan PSBB disetuju, maka pemerintah kota harus siap dengan segala kemungkinan

BANJARMASIN, KP – DPRD Kota Banjarmasin meminta keterangan Walikota Ibnu Sina selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Banjarmasin soal perkembangan penanganan wabah Corona, terlebih lagi saat ini ibukota Kalsel ini sudah masuk zona merah.

Namun hingga kini, Banjarmasin telah menyumbang 11 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, serta tiga pasien lagi yang meninggal dunia akibat terjangkit virus Corona.

Lantas apa yang disampaikan Walikota Ibnu Sina di hadapan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin dan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin, Rabu (8/11/2020).

Bersama Wakil Walikota Hermansyah, Ibnu Sina menegaskan langkah mengatasi pandemi Corona di Banjarmasin adalah dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).“Hari ini, sudah kami ajukan surat resminya kepada Gubernur Kalsel (Sahbirin Noor) dan Kementerian Kesehatan untuk usulan penerapan PSBB di Banjarmasin,” ucap Ibnu Sina, usai rapat dengan dewan.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menegaskan jika usulan PSBB disetuju, maka pemerintah kota harus siap dengan segala kemungkinan. Seperti, menyiapkan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, hingga kini terdata ada 61 ribu jiwa masyarakat yang tergolong miskin.

Berita Lainnya

Ketua Dewan Bantu APD Korem 101/Antasari

Bank Kalsel Berbagi Sembako Pada Jurnalis Join

“Sedangkan, untuk kebutuhan pangan cukup, tinggal daya beli masyarakat. Sedangkan, ketersediaan sembako juga ada, tinggal untuk duit belinya saja,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Langkah lainnya yang disebut Walikota Ibnu Sian adalah imbauan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kota Banjarmasin saat lebaran, tidak ada yang mudik. “Kami juga menyiapkan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis, serta alat rapid test (tes cepat) sudah dipesan sejak 10 hari yang lalu. Memang, ada keterlambatan dalam pengiriman barang itu,” aku Walikota Ibnu Sina.

Ibnu Sina juga berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap penyebaran virus Corona tersebut, “ulun melihat kiriman foto tadi malam (foto blokade warga di lokasi rencana rumah karantina), warga sudah memakai masker semua, Alhamdulillah ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penularan,” bebernya.

Karantina ujarnya, merupakan pembatasan kegiatan atau pemisahan orang yang tidak sakit, namun memiliki resiko terpapar virus corona. Tujuannya dilaksanakannya karantina adalah untuk memantau dan mendekteksi sedini mungkin terhadap seseorang yang mengalami gejala terjangkit virus corona minimal selama 14 hari.

“Langkah ini yang mungkin harus kita ambil, sebab virus corona di Banjarmasin hanya dibawa lagi dari luar, akan tetapi sudah berpotensi menular antar warga,” tandasnya..

Meski sebelumnya ia mengakui, karantina wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun demi untuk melindungi warga sebagai Walikota Ibnu menegaskan dan sesuai aspirasi dingin banyak warga, , ia akan memperjuangkan karantina tersebut dengan mengirimkan surat melewati Gubernur Kalsel.

Selaian langkah itu, Walikota Ibnu Sina juga menyatakan akan lebih memperketat lagi melakukan pembatasan terhadap orang luar yang masuk Banjarmasin. Seperti melalui pintu masuk Banjarmasin di Km 6 dan Handil Bakti. (nid/K-3)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya