Dampak Covid 19 dan PSBB Penjualan Rokok Terdampak

Banjarmasin, KP – Regional Sales Manager (RSM) Kalimantan PT Bintang Sayap Utama Banjarmasin Kalselteng, H Junaidi dan Area Sales Manager Dian, penjualan rokok red mild grup mulai terdampak penurunan penjualan hingga 60 persen.

“Bulan yang lalu penjualan masih stabil dimulai dua minggu lalu penjualan rokok kami mulai turun drastis biasa habis 400 karton sehari sekarang turun dratis hingga 60 persen hilangnya,” jelas Junai dan Dian Rabu siang dikantornya.

Memang basis terkuat penjualan Red Mild Grup wilayah perkotaan yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kota Banjarmasin minggu-minggu ini mulai sangat terdampak adanya mulai pemberlakuan PSBB juga wilayah Kalteng akibat virus corona ini.

Walaupun kondisi berat dan terpukul sepertinya managemen Bintang Sayap Utama belum ada merumahkan pekerja hingga mem PHK karyawan namun jam kerja setiap harinya hanya sampai pukul 14.00 saja, walaupun pabrikkan di Malang mulai libur selama 17 hari.

Ditambahkan Dian, namun penurunan hingga 60 persen lebih bukan hanya dampak dari virus corona saja namun juga berbarengan dengan naik harga rokok juga adanya regulasi kenaikkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

Jadi bila harga naik biasanya dibarengi dengan turunnya omzet untuk beberapa minggu kedepan dan ini sudah kami rasakan hingga puasa ini.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

“Kalau kami rata-rata aja dari awal covid dan sejak pemberlakuan PSBB turun hingga 60 persen lebih kami rasakan, karena kios besar dan kecil banyak yang tutupan dan siklus tahunan saat Ramadhan pasti turun,’’katanya.

“ Kita akan lihat minggu ke 3 ini apakah polanya sama dengan tahun kemaren,” jelas Dian. 

Jika mengikuti pola-pola sebelumnya harusnya diminggu ke 3 ini resfon pasar bagus karena persiapan akan tiba lebaran.

Namun untuk Ramadhan tahun ini belum bisa memastikan karena ada faktor covid 19 yang sangat mempengaruhi pola prilaku pasar dan konsumen.

Dikatakan Dian, kalau kita bagi per Area Kalimantan Kalsel kontrubusinya 70 persen, Kalteng 19 persen dan Kaltim sisa dari area Kalsel dan Kalteng.

Adapun produk Bintang Sayap Utama ini ada sekitar 11 produk rokok, Red Mild, Red Mild Mentol, Red Bold, Red Bold Mentol, Red Black, Red Black Mentol, Gudang Baru, Bllue Sky, Andalan Kretek  16, Andalan Kretek 12 dan yang paling murah rokok Rp8000 dan varian kretek ini mulai tumbuh penjualannya.

“ Kita berharap sebagai pengusaha lokal, wabah pandemi covid 19 ini cepat berlalu dibanua kita dan Indonesia umumnya sehingga usaha bisa berjalan normal hendaknya masyarakat kita patuh dan mentaati PSBB, rajin selalu cuci tangan, rajin pakai masker terus jaga jarak agar terhindar dari virus ini,” tutup Dian. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya