Data Bansos Diprotes Warga, Hasil Verifikasi Dinsos Dirombak

Banjarmasin, KP – Sejumlah warga menyerbu Kelurahan Kelayan Dalam Jalan Kelayan A, Rabu (06/05/2020). Mereka protes lantaran penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dinilai tak tepat sasaran.

Ruli, warga RT 01 mengatakan, data penerima bantuan paket sembako dan uang tunai Rp 250 ribu yang disalurkan pemko di wilayahnya tak tepat sasaran. Pasalnya ada sekitar 80 warga miskin di RT – nya yang tak kebagian.

Ia menuding banyak data penerima bantuan ganda serta orang mampu juga menerima bantuan. “Yang sudah masuk program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) malah dapat lagi. Katanya tak boleh dobel,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.030

Dengan adanya kerancuan ini, warga pun menuntut pihak kelurahan agar data tersebut dievaluasi. “Ya memang harus sesuai. Warga yang menerima bantuan ini harus benar-benar tak mampu,” cecarnya.

Adapun Lurah Kelayan Dalam, M Hadriansyah saat dikonfirmasi menjelaskan, data yang masuk sudah sesuai usulan RT masing-masing yang kemudian diverifikasi dinas sosial.

Ia membeberkan, dari 1.583 kepala keluarga (KK) yang diusulkan dari 22 RT di kelurahannya, ada 401 yang tak dimasukkan dinsos. Sehingga menurutnya pihaknya tak tahu menahu soal verifikasi data tersebut.

“Ini yang protes warga. Sedang kami tak tahu yang mengeluarkan kan dinsos,” jelasnya.

Apa boleh buat, data yang sudah diverifikasi dinsos itu pun kembali harus dirombak. Kemudian disesuaikan dengan tuntutan warga. Keputusan itu diambil sesuai hasil kesepakatan antara pihak kelurahan dan warga.

“Alhamdulillah masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sesuai hasil kesepakatan dengan warga tadi bawah yang yang benar mampu dan sudah mendapatkan PKH dicoret diganti dengan yang benar-benar tak mampu,” bebernya. (sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya