Ramadhan Bulan Taubat dan Taat

Oleh : Siti Rahmah, S.Pd
Pemerhati Masalah Keagamaan

Marhaban ya Ramadhan. Selayaknya setiap muslim bergembira. Sebab Ramadhan adalah bulan penuh rahmat. Bulan penuh berkah. Bulan penuh ampunan dan juga pertolongan.

Tahun ini Ramadhan datang tak seperti biasanya. Ramadhan tahun ini datang tepat ketika dunia sedang mengalami pandemi global karena Covid-19. Suka cita menyambut ramadhan tentunya akan sedikit berbeda tahun ini, karena pandemi yang melanda sedikit banyak berpengaruh pada masyarakat, masih dalam karantina, kesedihan dan kepiluan, ditinggal mati oleh orang-orang tercinta, banyak yang terinfeksi. Lebih banyak lagi yang diawasi social distancing yang berefek pada ketentuan berkumpul dalam sholat tarawih pada malam-malam Ramadhan.

Namun demikian, selayaknya setiap muslim tetap bergembira. Pasalnya, meski ditengah duka akibat wabah Covid-19. Sebabnya, Ramadhan akan selalu bertaburan rahmat, maghfirah,pahala berlipat ganda dan pertolongan Allah SWT dan juga moment untuk bermuhasabah dengan apa yang terjadi di Negara ini.

Manusia senantiasa lalai dan melakukan kesalahan, membuat kerusakan dan kurangnya rasa syukur, maka pandemi harusnya menjadi lecutan untuk kembali kepada Allah SWT dan memaksimalkan penghambaan kepadaNya sebagai bekal untuk hidupnya, baik dunia maupun akhirat. Sebagaimana firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr : 18)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan menyatakan bahwa hendaknya manusia menghisab (menghitung-hitung amalnya) dirinya sendiri sebelum Allah yang menghisab dirinya. Hendaknya pula manusia melihat dan memperhatikan bekal dan tabungan amal shalih yang akan dibawa ke hadapan RabbNya.

Bahkan Allah memberikan penegasan kepada manusia dua kali dalam ayat ini untuk selalu bertaqwa kepadaNYa yang mencakup pelaksanaan semua perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya.

Berita Lainnya
1 dari 155
Loading...

Puasa adalah salah satu pintu untuk mewujudkan taqwa. Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa”. (QS. Al Baqarah : 183).

Bagi siapa pun yang bertaqwa, Allah SWT akan memberi dia setidaknya tiga jaminan : (1). Jalan keluar atas segala kesulitan; (2) Rezeki dari arah yang tak diduga; (3). Kemudahan dalam segala urusan. Ketiganya itu Allah SWT jelaskan dalam Alquran : “Siapa saja yang bertaqwa kepada ALLA, Dia pasti akan memberikan jalan keluar bagi dirinya dan akan memberi dia rezeki dari arah yang tidak dia sangka”. (QS. Ath-Thalaq : 2-3).

Dengan demikian, ditengah ragam kesulitan yang dihadapi saat ini, khususnya akibat Covid-19 yang melanda, kuncinya hanyalah satu takwa. Dengan taqwa, Allah pasti memberi kita jalan keluar. Selain itu, takwa menjadi sebab datangnya ampunan Allah SWT dan pahala yang besar.

Corona telah membuktikan betapa manusia itu lemah. Manusia tidak mampu melawan makhluk kecil tak terlihat seperti corona. Maka apa yang bisa disombongkan oleh manusia. Manusia itu lemah, namun senantias congkak dan sombong, senantiasa membangkang, menolak aturan ALLAH, memperturutkan hawa nafsu, senantiasa membuat kerusakan dan durhaka terhadap ALLAH. Kerusakan merajalela di muka bumi. LGBT merajalela, kecurangan dan penipuan menjadi perilaku, seks bebas, perdagangan manusia, pembantaian dan pembunuhan, system ekonomi ribawi yang dilakukan. Disisi lain kamum muslim di belahan dunia lain,terus dibantai dan dibunuhi, para ulama dan pengemban dakwah terus dikriminalisasi dan dipersekusi.

Ramadhan tahun ini, haruslah menjadi moment muhasabah diri, mengapa musibah demi musibah tak berkesudahan. Ramadhan tahun ini, haruslah menjadi titik tolak perubahan diri dan juga umat, untuk kembali ke jalan Ilahi, dengan bertaubat dan kembali menerapkan hokum-hukum Sang Pencipta. Ramadhan tahun ini, harusnya menjadi akhir dari kearogansian system uatan manusia yaitu Kapitalisme yang merusak dan rusak. Ramadhan tahun ini haruslah menjadi akhir dari tiada penerapan Islam secara kaffah di segela aspek kehidupan, tidak hanya dalam ranah individu tetapi bermasyarakat den bernegara.

Istigfar dan tobat yang terus kita lantunkan semoga memberikan kesadaran bahwa di balik wabah ada peringatan yang disampaikan Allah SWT atas kemaksiatan yang dilakukan manusia. Baik pelanggaran yang dilakukan individu maupun yang dikerjakan bersama berupa tidak diterapkannya syariat kaffah sebagai system yang mengatur kehidupan. (QS. Ar Rum (30):41)

Bulan Ramadhan adalah momentum untuk mendapatkan ampunan dari Allah dengan memuhasabah diri, dan juga memupuk ketakwaan kepada Allah SWT perlu totalitas ketakwaan ini hanya bisa diwujudkan dalam system kehidupan yang juga menerapkan syariah islam secara total atau kaffah.

Ketundukan kita pada semua aturan syariat terkait Ramadhan demi diterimanya amal, semoga menguatkan kita untuk siap pula terkait pada seluruh aturan syariat secara sempurna. Tiba waktunya untuk berpaling pada aturan islam yang diturunkan oleh Zat yang Maha Kuasa, Allah SWT Pencipta semua makhluk. Wallahu a’lam

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya