Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN
Dalam kehidupan manusia perilaku yang dilakukan manusia bisa menjadi contoh, oleh manusia lain, apa itu contoh ? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Contoh didefinisikan “sesuatu yang digunakan untuk menjelaskan atau memperkuat uraian (seperti hal, rupa, maupun perbuatan). Mari mencoba membahas contoh itu sebagai perbuatan yang ditiru oleh masyarakat karena pernah atau selalu dilakukan oleh tokoh masyarakat, penguasa,tokoh politik, tokoh dalam bidang tertentu. Dalam sejarah Negara ini, ada tokoh Indonesia yang terkenal, seperti Presiden Republik Indonesia pertama yakni Soekarno. Contoh yang paling sering dilakukan beliau adalah selalu berbicara dengan semangat dan selalu memikirkan kesejahteraan rakyat Indonesia, dengan melihat contoh kebiasaan beliau itu, sebagai anak negeri mencoba melakukan cara berpidato yang selalu bersemangat dan selalu berpikir untuk kemajuan Bangsa Indonesia. Itu adalah contoh yang sangat positif. Dalam agama Islam, sangat dianjurkan untuk selalu berbuat baik, sehingga dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya.
Dalam Islam jelas sekali menerangkan setiap perbuatan yang yang diikuti oleh orang lain, maka orang yang melakukan pertama akan mendapat bagian dari apa yang dilakukan kemudian, jika itu perbuatan baik maka akan mendapat pahala, dan jika itu perbuatan jahat akan mendapatkan dosa, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, “..Barang siapa memulai kebiasaan buruk dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa perbuatan tersebut, dan dosa orang yang mengerjakannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun”. (Muslim)
Sebagai umat Islam, sudah sewajarnya memberikan contoh yang baik pada masyarakat, anak didik, keturunan, generasi muda dengan harapan terlepas dari dosa, karena perbuatan pendahulunya yang salah, bertentangan dengan agama Islam, ditiru orang lain dijadikan contoh yang dilakukan oleh orang yang kemudian, seperti judi, kekerasaan, dan berbuatan lainnya yang merugikan orang lain, dan diri sendiri, yang akan menghasilkan dosa pada yang terlebih dahulu melakukan dan ikuti orang lain generasi berikutnya.
Dari itu sangat dilarang menjadi orang sebagimana disebut dibawah ini : 1. Perintis keburukan. Agar tidak menjadi pelopor, pencetus, atau contoh pertama dari suatu perbuatan maksiat, bid’ah, atau kebiasaan buruk; 2.
Dosa jariyah. Orang yang memulainya akan mendapatkan “kiriman” dosa dari setiap orang yang mengikuti perbuatannya, meskipun ia sudah meninggal dunia; 3. Dosa ditiru. Perbuatan buruk akan menanggung dosa atas tindakan yang ia lakukan sendiri, ditambah dosa orang yang menirunya. Berlaku sebaliknya jika seseorang memulai perbuatan baik sesuai dengan (sunnah hasanah), ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut dan pahala orang yang mengikutinya, sebagimana sholat kita melakukan sholat karena Nabi Muhammad SAW, melakukan sholat, bagaimana kita sholat kita akan hal mencontoh sholatnya Nabi Muhammad SAW, hal ini sesuai hadis, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. (Bukhari)












