Harga Ikan Tambak Turun Namun Daya Beli Lemah

Disebutkan Sani, turunnya harga ikan tambak diikuti turunnya harga ikan sungai lainnya seperti ikan kapar Rp40,000, haruan ukuran besar jadi Rp60,000 dan untuk papuyu ganal Rp80.000.

BANJARMASIN, KP – Setelah cukup lama bertahan dengan harga tinggi sejumlah jenis ikan tambak mulai turun harga seperti ikan nila, mas, patin hingga lele.

Menurut penjelasan sejumlah penjual ikan dikawasan Pasar Teluk Dalam dan Pasar Lama kepada wartawan memasuki bulan-bulan kemarau ini ikan tambak harganya mengalami penurunan.

Sani penjual ikan Pasar Teluk Dalam kepada wartawan Jumat mengatakan, saat ini harga ikan tambak turun harga untuk ikan nila biasa dijual Rp38,000 turun jadi Rp35,00 yang besar dan yang kecil hanya Rp32,000 per kilonya.

Ikan mas hanya dijual Rp36,000 perkilo ukuran besar, ikan patin biasa Rp28,000 turun jadi Rp25,000 satu ekor ukuran besar dan Rp22,000 ukuran sedang satu kiloan, ikan lele dijual antara Rp22,000 sampai Rp24,000 perkilo namun daya beli tidak seberapa.

Disebutkan Sani, turunnya harga ikan tambak diikuti turunnya harga ikan sungai lainnya seperti ikan kapar Rp40,000, haruan ukuran besar jadi Rp60,000 dan untuk papuyu ganal Rp80.000.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

Turunnya harga ikan sungai tambak dan sungai tidak diikuti pembelian dari warga yang saat ini mulai sepi pembeli, membawa 20 kilo saja sangat berat habisnya.

Ditambahkan Ais penjual lainnya, sepinya penjualan ikan tambak ini juga dipicu semakin berkurangnya para penjual makanan siap saja yang mulai banyak mengurangi jualannya dan sore hari sudah tutup dan ada juga tidak aktif jualan lagi.

Saat ini Warga lebih memilih bertahan dirumah bersama keluarga dan membeli ikan dengan penjaja grobak keliling komplek dan gang yang lebih aman ketimbang belanja dipasar tradisional.

Aisyah penjual ikan kawasan Pasar Lama menambahkan, ada penurunan penjualan setiap harinya yang bisa terjual dari 40 kilo ikan sungai segar sekarang turun hanya 25 kilo, kondisinya sama seperti Ramadhan tadi semakin sepi.

Dalam kondisi normal biasanya permintaan ikan haruan, papuyu semua ukuran, lais hingga biawan  sangat tinggi karena ikan ini paling disukai konsumen karena dagingnya yang empuk dan manis bisa terjual hingga 30 kilo lebih per harinya sehingga omzet penjualan bisa naik sekarang sebaliknya.

“ Jadi saat ini, antara pasokan dan permintaan sudah tidak seimbang lagi, sedangkan permintaan ikan laut telang, peda dan bawal serta ikan sungai dikota ini turun setiap harinya, bagi kami sebagai penjual makanan siap saji saat memasuki virus corona ini penjualan semakin sepi pembeli, mungkin pencarian warga semakin sulit,”ujar Mawar penjual makanan dikawasan Kayu Tangi. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya