Kasus Peredaran Narkoba di Kalsel Terimbas Covid

Banjarmasin, KP – Kasus peredaran Narkoba di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) terimbas Covid-19.

Pada masa pandemi Covid-19 ini diakui Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Iwan Eka Putra, kepada wartawan, Jumat (12/6/2020) kalau  peredaran agak menurun dan diikuti hasil data kasus periode April sampai Juni 2020, yang ada di jajarannya.

Awalnya kasus rata-rata 120, dan masa sekarang  paling 20 kasus. Atau menurunnya kasus bisa sampai 80 persen

”Tapi bukan berarti jajaran tak berupaya, dan ini menang kondisi, terutama di Kalsel.

Namun, untuk daerah lainnya yang mempunyai akses jalan banyak dilewati para pengedar yang menghubungai berbagai provinsi, mereka tetap beraktivitas mengedarkan.

Terbukti banyak tangkapan yang besar-besar di beberapa provinsi lain di Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 1.621
Loading...

Soal menurunnya perdaran di Kalsel dari penilanan pihaknya, mungkin bisa jadi karena selama ini gencar operasi atau karena banyaknya pos pos periksaan saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta bisa pula giat lainnya.

Tentang imbauan, Kombes Pol Iwan mengatakan, agar masyarakat jauhi ajakan untuk mengunakan narkoba.

Karena pola kerja para pengedar merekrut dengan cara memberikan apa yang mau terlebih dahulu.

Kemudian begitu intens, ketergantungan dan waktu beli harganya mahal.

“Sehingga untuk memenuhi kebutuhannya, biasa ikut jaringan, ya sebagai kurir dan sebagainya.

Kita terus berupaya memutus mata rantai peredaran dan peranan semua eleman masyarakat mutlak ada. Jadi tak hanya Polri dan BNN, dan mari kita sama-sama memneratas,” pungkas Kombes Pol Iwan. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya