New Normal, Obyek Wisata Perketat Pertokol Kesehatan

Tanjung, KP – Penerapan new normal adalah langkah yang akan dilaksanakan untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi, termasuk obyek wisata akan dibuka kembali, hanya saja di masa pandemi Coronovirus Disease 2019 (Covid-19) protokol kesehatan akan diperketat.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporar) Kabupaten Tabalong Tumbur P. Manalu, kepada media belum lama tadi di Tanjung.

Menurut Tumbur, saat ini Pemerintah Kabupaten Tabalong mulai persiapkan aturan untuk beberapa sektor usaha setelah new normal atau kenormalan baru, salah satunya ialah mekanisme yang harus diterapkan sektor pariwisata dan perhotelan. “Pada dasarnya semua sama mengikuti protokol kesehatan. Namun ada sedikit perbedaan pada pelaksanaan di tempat terbuka dan dalam ruangan,” ujarnya.

“Di hotel (akomodasi) lebih ketat penerapannya. Seperti pengecekan suhu tubah, membuka pintu lobby dan pemencet lift kemungkinanan petugas yang membantu membukakannya. Selain itu masker dan physical distancing juga harus digunakan, ketika di lift pun akan menggunakan tisu untuk menekan tombolnya dan langsung dibuang ketika dipakai,” terang Tumbur.

Berita Lainnya
1 dari 171
Loading...

Lebih lanjut, Tumbur menjelaskan pada sesi pelayanan kemungkinan nanti akan disediakan pulpen yang sekaligus diberikan langsung kepada pengunjung.

“Hal itu berkemungkinan karena pada hotel kemungkinan ada penandatanganan sesuatu atau keperluan lainnya yang menggunakan pulpen,” ujarnya.

Pada tempat wisata yang bersifat terbuka, pengunjung akan dibatasi, sebelum dibuka dan beberapa jam setelahnya akan dilakukan penyemprotan rutin. “Sebelum kelokasi dianjurkan mencuci tangan dan menggunakan masker. Ketika sampai dilokasi pun diberikan imbauan untuk tetap menjaga jarak. Di lokasi wisata juga di atur waktunya oleh pengelola seperti tidak bergerombol dan waktu serta jumlah pengunjung dibatasi,” jelas Tumbur.

“Sebelum lokasi wisata dibuka, akan disemporotkan cairan disinfektan terlebih dahulu dan akan disemprot kembali dalam beberapa jam setelahnya, tergantung padat tidaknya pengunjung,” jelasnya.

Selebihnya, menurut Tumbur, pengunjung juga akan dibatasi dan diberikan waktu batas kunjungan apabila pengunjung padat. “Perkiraan dari yang biasanya, kemungkinan 50% batas pengunjung akan dikurangi agar pengunjung dapat menjaga jarak fisik atau physical distancing,” demikian jelas Tumbur.

Terpisah, Kabid Pariwisata Dispupar Lilis Martadinata mengungkapkan, pihaknya terus akan melakukan monitoring dan sosialisasi kebeberapa lokasi wisata sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. (ros/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya