Tekan Penyebaran Covid-19 ULM Gelar Diskusi Fenomena Baru

Sutarto sendiri mengkhawatirakan tingkat penyebaran Covid-19 di Kalsel yang salah satu tertinggi di Indonesia

BANJARMASIN, KP – Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakulas Kedokteran ULM bekerjasama dengan Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kalsel, melaksanakan web seminar dengan tema ”Fenomena New Epicentrum vs New Normal Life”, Jumat kemarin.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Dr Muh Muslim, dosen Promosi Kesehatan FK ULM, Adi Nugroho PhD.

Adapun penanggap para pembicara, yakni ketua umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Didy Ariady, SKM MKes dan Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd, guru besar Kesehatan Masyarakat ULM.

Webinar sekaligus kuliah tamu ini dibuka Rektor ULM, Prof Dr Sutarto Hadi MSi MSc dengan dimoderatori Hadrianti Lasari SKM MPH. Sutarto sendiri mengutarakan kekhawatirannya perihal tingkat penyebaran Covid-19 di Kalsel yang salah satu tertinggi di Indonesia.

Dirinya pun menyambut gembira diskusi terkait pandemi ini yang menghadirkan pembicara dari pihak Istana. Menurutnya, perguruan tinggi memang perlu selalu dilibatkan dalam memecahkan masalah, termasuk pandemi Covid-19.

Sutarto mengatakan, pemerintah pusat memerlukan banyak masukan dan tetap diberi apresiasi. Mengingat pemerintah mampu menahan angka penderita tidak seperti negara lain di dunia.

”Jumlah penduduk negara kita itu terbesar keempat di dunia, dibanding negara lain yang jumlahnya lebih sedikit, kita merasa bersyukur karena upaya bersama cukup berhasil,” tandasnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.979

Menurutnya, langkah cepat dan upaya yang dilakukan pemerintah pusat harus didukung seluruh daerah dan masyarakatnya, sebab kurvanya secara nasional sudah mulai melandai.

Fadjroel Rachman yang menjadi pembicara pertama menjelaskan, ada berbagai strategi penanggulangan Coivid-19 dilakukan pemerintah. Di fase New Normal, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin menginginkan fase ini menjadi katup penyelamat di masa pandemi.

”Tujuan kenormalan baru ialah menjaga kesehatan kolektif dan produkifitas ekonomi masyarakat agar hidup terus berlanjut,” tandasnya.

Agar interaksi dan aktivitas sosial nantinya tidak menyebabkan penyebaran Covid-19, perlu perubahan tata cara pengaturan berinteraksi. Namun, perubahan tersebut tetap berdasar pada protokol kesehatan.

Menurut Fadjroel, salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengetahuan kritis masyarakat terhadap Covid-19 masih belum merata. Masih ada yang kadang menyepelekan wabah ini.

”Hal itu diperparah dengan tingkat kedisiplinan yang kurang patuh terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden mengadakan berbagai upaya membentuk kedisiplinan menuju kenormalan baru. Salah satunya melalui modal sosial, sebab secara umum, masyarakat Indonesia memiliki solidaritas sosial tinggi, maka dia yakin dengan bantuan perguruan tinggi, para akademisi dan ahli keseahatan, upaya membuat pengetahuan ini makin merata, makin besar,” ujarnya.

”Kami meminta ULM selalu terlibat dalam penanggulangan Covid-19 di Kalsel. EDemi menekan laju penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya