Air PDAM di Sungai Raya HSS dari Bendungan Amandit

Kandangan, KP – Instalasi Pengelahan Air (IPA) di unit IKK Sungai Raya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), telah beroperasi. Untuk itu dilaksanakan syukuran, Kamis (2/7/2020) pagi.

Bupati HSS Achmad Fikry, Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, dan Sekda Muhammad Noor, hadir pada kegiatan untuk beroperasinya IPA berkapasitas 50 liter per detik itu.

Bupati HSS, Achmad Fikry mengungkapkan, air baku dari IPA tersebut diambil dari Sungai Amandit di sekitar bendungan yang berada di Desa Malutu, Kecamatan Padang Batung.

“Pengambilan air baku di bendungan Sungai Amandit, Alhamdulillah sudah mendapatkan izin dari ?Balai Sungai, Kementerian PUPR,” bebernya.

Achmad Fikry berujar, air dari IPA itu sumber ?airnya lebih bersih, sehingga secara ekonomi biaya produksi akan lebih berkurang.

“Kalau PDAM yang pengambilan air di Muara Banta, kadang-kadang airnya keruh. Tapi kalau di Bendungan Amandit sumber airnya lebih bersih, sehingga bisa menghemat biaya ekonomi,” ujarnya.

Direktur PDAM Kabupaten HSS, Arif Budiman bersyukur, IPA PDAM tersebut sudah sekitar seminggu beroperasi. “Mudah-mudahan bisa terus berjalan lancar,” ucapnya.

Berita Lainnya
1 dari 285
Loading...

Terkait air baku, dia tidak menampik bahwa diambilnya dari air yang lebih bersih dan jernih dari IPA lainnya.

Alhasil, hal itu membuat pihaknya dapat menggunakan biaya lebih sedikit, seperti biaya bahan kimia dan hal lainnya untuk pengolahan air. “Jadi hal ini sangat menguntungkan bagi kami,” ujarnya.

Bahkan tambahnya, jika memungkinkan dan ada penambahan, pihaknya berencana menjadikan Basic Need Approach (BNA). Hal itu, untuk mendekatkan pembangunan yang menguntungkan dalam operasionalnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten HSS Tedy Soetedjo, mengatakan, pembangunan IPA PDAM dilakukan dalam tiga tahap.

Pada 2016 lalu paparnya, dimulai dengan pembangunan bak penampungan dengan dana sekitar 5,1 miliar rupiah.

Selanjutnya, pada 2018 pembangunan water treatment plan (WTP), dengan dana sekitar 9,9 miliar rupiah. Terakhir, pada 2019 pembangunan intake pengambilan air baku, dengan dana sekitar 1,8 miliar rupiah.

“IPA berkapasitas 50 liter per detik ini, bisa melayani pelanggan 4000 sambungan,” ungkap Tedy.

Pembangunan IPA PDAM itu, dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten HSS, dan Dana Aloksi Khusus (DAK). Paling banyak, bantuan dari Balai Sungai Kementerian PUPR, yang menyediakan pipa sepanjang dari Bendungan Amandit sampai ke IPA tersebut. (tor/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya