Bupati Serahkan Insentif Guru dan Penyuluh Agama

Martapura, KP – Pemkab Banjar memberikan dukungan dan apresiasi kepada para guru agama, guru mengaji dan penyuluh agama Islam Non PNS lewat pemberian insentif Rp250 ribu untuk dua bulan dengan total penerima sebanyak 380 orang.

Dana insentif ini diserahkan Bupati KH Khalilurrahman didampingi Sekdakab Ir HM Hilman kepada 25 perwakilan guru agama, guru mengaji dan penyuluh agama Islam Non PNS, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Kamis (16/7).

”Pemberian ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Banjar untuk mereka yang memiliki peranan penting dalam memajukan pendidikan agama Islam di Bumi Barakat,” kata Bupati Khalilurrahman.

Menurutnya, berjalannya program keagamaan saat ini sangat terbantu oleh peran guru-guru tersebut. Dia pun memberikan apresiasi tinggi pada mereka karena sudah menyumbangkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin untuk kemajuan pendidikan agama.

”Akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Banjar, seluruh sendi kehidupan ikut terdampak, tak terkecuali guru-guru ini yang tak bisa beraktivitas seperti biasa, sehingga berdampak pada perekonomian mereka,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Pilkada Jangan Jadi Ajang Penularan Covid

Raudathul Resmikan TK Alquran

1 dari 352
Loading...

Karena itu sebagai wujud kepedulian, Pemkab Banjar memberikan insentif dengan menggunakan APBD dari Belanja Tak Terduga Penanganan Bencana Non Alam Covid-19.

Kasi Bimas Islam Kemenag Banjar H Ahmad Syarwani mengungkapkan, pihaknya memang berinisiatif mengusahakan agar guru-guru non PNS tersebut juga mendapatkan bantuan. Awalnya diajukan sekitar 500 nama, tapi setelah diseleksi berdasarkan KTP dan apa sudah menerima bantuan lain, akhirnya ada 380 nama.

”Mereka ini juga terdampak, sehingga tak bisa melakukan kegiatan, seperti majelis taklim, ceramah dan khatib Jumat, sehingga hal ini kami sampaikan ke Pemkab Banjar,” tandasnya.

Syarwani berharap agar bantuan seperti ini bisa terus berlanjut, karena guru agama, guru mengaji dan penyuluh agama non PNS saat ini menjadi garda terdepan untuk menyampaikan masalah keagamaan, termasuk hal-hal berhubungan dengan Covid-19 pada masyarakat.

”Apalagi sekarang beberapa kegiatan keagamaan sudah bisa dilaksanakan, asal menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya