Dua Kali Uji Laboratorium Armani dan Pyramid Diberi Waktu 45 Hari Perbaiki Sistem Pengelohan Limbah

DLH melakukan pemeriksaan , setelah sebelumnya menerima laporan warga yang mengeluhkan pembuangan air limbah

BANJARMASIN, KP – Komisi lll DPRD Kota Banjarmasin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Armani Executive Club dan Pyramid Suites Hotel, Jumat sore (24/7/2020).

Agenda dilaksanakan komisi diantaranya membidangi masalah pembangunan dan lingkungan ini, menyikapi fakta hasil pemeriksaan laboratorium air limbah yang dibuang oleh tempat hiburan dan hotel di kawasan Jalan Skip Lama itu.

Sebagaimana diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin sebelumnya mengambil sampel air limbah yang dibuang dan dari hasil uji laboratorium ternyata di atas ambang baku mutu.

DLH melakukan pemeriksaan , setelah sebelumnya menerima laporan warga yang mengeluhkan pembuangan air limbah tersebut menebarkan aroma bau tak sedap dan dikhawatirkan mencemari lingkungan sekitar.

Dari hasil sidak komisi Ill didampingi petugas DLH ini, air limbah yang dibuang ternyata masih di atas baku mutu.

“Hasil uji laboratorium dari sampel air limbah Armani dan Pyramid Suites Hotel yang diambil Juli 2020 ini, ternyata masih berada diatas ambang batas baku mutu,” kata ketua komisi lll DPRD Kota Banjarmasin, M Isnaeni.

Terkait temuan itu, Isnaeni memberi waktu 45 hari kepada pihak Armani dan Pyramid Suites Hotel untuk menurunkan kadar air limbah yang dibuang sesuai standar baku mutu yang ditetapkan Pergub Kalsel Nomor : 36 tahun 2008.

M Isnaini menyatakan, harus ada pernyataan tertulis dari pihak Armani dan Pyramid Suites untuk memperbaiki sistem pengelolaan air limbah yang selama mereka miliki.

Berita Lainnya
1 dari 1.428
Loading...

“Jika dalam jeda waktu satu bulan setengah atau 45 hari, limbah cair yang dibuang masih di atas baku mutu, maka kami minta pihak DLH memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan dan peraturan berlaku,” tandasnya.

Sementara Kabid Pengawasan pada DLH Banjarmasin Wahyu Hardi Cahyono, menjelaskan, pihaknya sudah dua kali melakukan uji sampel air limbah Armani dan Pyramid Suites Hotel.

Sebelumnya hasil sampel limbah yang diambil pada Februari 2020 masih melebihi standar baku mutu, kemudian pada Juli 2020 dari hasil uji laboratorium, ternyata air limbahnya masih di atas ambang baku.

“Baku mutu air limbah standar Biochemical Oxygen Demand (BOD) harus 50 Mg, sementara mereka 400 Mg pada Februari. Namun pada Juli standar mutu air limbahnya sudah turun, tapi masih diatas ambang batas,” jelasnya.

Menurut dia, sistem pengelolaan air limbah Armani dan Pyramid Suites Hotel kurang bagus. Sehingga ia menyarankan, pihak hotel menggandeng konsultan.

Dikatakan, pihak Armani dan Pyramid Suites Hotel pada Maret 2020 lalu sebenarnya sudah diberikan evaluasi agar memperbaiki sistem pengelolaan limbahnya, namun saat itu pendemi corona dan tidak buka karena tak ada pengunjung.

Wahyu Hardi menjelaskan , tidak ada unsur kesengajaan dari pihak Armani dan Pyramid Suites Hotel yang berada di bawah satu mananhem itu membuang limbah sembarangan dan di atas baku mutu.

“Ini hanya kesalahan teknis itu aja. Harus ada treatment dan perbaikan dalam penanganannya agar limbah cair yang sebelum diolah setelah dibuang sesuai dengan standar baku mutu dan tidak dikhawatirkan mencemari lingkungan, ” ujarnya.

Wahyu menyebutkan, sanksi yang diberikan terkait limbah cair yang dibuang sembarangan dan di atas baku mutu bisa dikenakan sanksi tertulis, upaya paksa pemerintah melakukan perbaikan hingga pencabutan izin usaha. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya