Portofolio Digital Menggali Potensi Siswa di Era Pandemi Covid-19

Oleh : Suriani, SPd
Guru Inti Mapel IPS SMPN 1 Karang Bintang

Semua tahu bahwa pandemi covid-19 membuat semua orang panik, bingung dan ketakutan. Hampir semua sektor terdampak tak terkecuali sektor pendidikan. Akan tetapi apapun yang terjadi pendidikan tidak boleh berhenti. Jadwal yang tersusun rapi pada kalender pendidikan sedapat mungkin terus berjalan. Pemerintah mendorong kebijakan pendidikan tetap berjalan diiringi dengan seperangkat aturan dengan mengutamakan protokol keselamatan dan kesehatan pendidik, tenaga kependidikan dan siswanya.

Penilaian dapat dilihat dari berbagai dimensi. Mengukur tingkat penguasaan materi, makin tinggi tingkat pencapaian makin bagus penguasaannya. Hal ini penilaian dilihat dari dimensi siswa. Seberapa sistematis dan baik guru menyajikan materi sehingga materi dengan mudah dipahami siswa, adalah penilaian dari dimensi guru sebagai pengampu mata pelajaran (mapel).Penilaian juga berguna untuk mengukur indikator penguasaan dan keterampilan guru mengajar disebut keterampilan pedagogik pendidik. Sejauh mana penilaian dapat mencapai ukuran pada tingkat satuan pendidikan tertentu, merupakan penilaian dari dimensi satuan pendidikan (sekolah) contohnya Ujian Akhir Sekolah (UAS). Penilaian bisa pula mengukur harapan ketercapaian angka (indikator) yang diharapkan pemerintah. Ini adalah penilaian dipandang dari dimensi kepentingan pemerintah, contohnya UN (Ujian Nasional). Berdasarkan hasil UN pemerintah dapat mengkaji kemampuan anak memecahkan masalah, kemampuan menafsirkan data, dan mengolah angka. Pendekatan yang digunakan pemerintah biasanya menggunakan benchmark dari metode Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) untuk memampuan matematika dan sain. Programme for International Student Assessment (PISA) untuk mengukur kemampuan verbal anak didik.

Dari berbagai dimensi penilaian yang paling pokok dan mendasar adalah penilaian dari dimensi siswa dan guru pengampu mapel. Gurulah yang paling tahu dan mengerti apa yang alami anak didiknya. Banyak aspek yang dipertimbangkan oleh guru sebelum melahirkan angka dalam memberi nilai anak didiknya, terutama dari sosial, ekonomi dan dampak yang ditimbulkan dari sebuah angka pencapaian. Dalam menilai memperhatikan pula aspek yang tidak selalu bisa terdefinisi dan tak pula dapat di-diterminasi dalam teori dan konsep pendidikan. Tidak berlebihan jika pada masa darurat seperti saat ini pemerintah membuat kebijakan even UAS dan UN dibatalkan. UAS dan UN batal dilaksanakan tidak menghalangi siswa menamatkan jenjang pendidikan yang dijalani. Pemerintah telah membuatkan payung hukumnya.

Berdasarkan kalender pendidikan jenjang SMP/Sederajat bulan Mei dan Juni. Setiap satuan pendidikan bersiap-siap melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS). Apa beberapa pilihan teknis pelaksanaan. Berbasis paperwork (lembar kerja manual) dan berbasis digital (TIK). Dalam merebaknya wabah covid-19 dan memutus mata rantai penularannya pilihan berbasis digital adalah paling ideal. Untuk kelas 7 dan 8 PAS dimulai minggu kedua sampai minggu ketiga bulan Juni. Awal minggu keempat Juni even kenaikan kelas digelar, tentunya semua guru tentu sudah merancang persiapan PAS baik moda daring atau pun moda luring.

Proses dan struktur penilaian berdasarkan kurikulum 2013 (K-13) berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Komponennya bukan hanya tugas, ulangan harian (tes sumatif), Penilaian Tengah Semester (PTS) dan PAS (tes kumulatif), tetapi ada penambahan komponen yakni penilaian unjuk kerja, proyek dan portofolio. Bahkan untuk mapel tertentu Pendidikan Budi Pekerti Agama dan PPKN (dahulu PMP) ditambah lagi dengan komponen kompetensi sosial dan spiritual. Guru yang profesional memperhatikan sekurang-kurangnya peraturan dan pedoman dalam menentukan dan membuat instrumen penilaian yakni : 1. Permendikbud RI. Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah;

Berita Lainnya
1 dari 154
Loading...
  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah; 3. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar; 4. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah; 5. Panduan Penilaian PPK (Penguatan Penanaman Karakter) Kemendikbud RI tahun 2017; 6. Pedoman Penilaian Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kemendikbud RI tahun 2017; 7. Khusus penilaian portofolio mengacu kepada Pedoman Penilaian Portofolio Kurikulum 2013 Kemendikbud RI tahun 2019.

Salah satu yang menjadi perhatian guru dalam penilaian dan memerlukan kreativitas guru adalah penilaian portofolio. Mengapa? Menilai hasil karya siswa dalam bentuk portofolio harus sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian SOBAT SI KUNTIS (Sahih, Objektif, Beracuan, Adil, Terpadu, Berkesinambungan, Akuntabel dan Sistematis). Sahih artinya tingkat keakuratan terjamin acuan pada KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Objektif artinya penilaian tidak berdasarkan anggapan tertentu dan tidak berpihak pada sisi tertentu di luar konteks pembelajaran. Beracu artinya memiliki kemampuan mengukur apa yang akan diukur sesuai KD dan IPK (Indakator Pencapaian Kompetensi). Adil berarti berlaku sama rata untuk satuan rombongan belajar tertentu. Terpadu artinya berintegrasi dengan mapel lain atau bersesuaian dengan KD
sebelumnya dalam satu rentang waktu pembelajaran tertentu. Berkesinambungan artinya melanjutkan penilaian sesuai tuntutan dan tingkatan KI dan KD pada tingkatan sebelumnya. Akuntabel artinya dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan sistematis artinya berurutan dan teratur sesuai tingkatan satuan pendidikan. Jadi penilaian portofolio ini tidak boleh dilaksanakan asal-asalan. Inilah alasan yang mendasar mengapa penting merancang penilaian portofolio siswa.

Bagaimana merancang penilaian portofolio? Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya terbaik peserta didik secara bertahap sampai pada akhir suatu periode, misalnya satu semester. Sumber atau bahan bakunya adalah berbagai hasil karya dan pencapaian anak didik dalam semester tadi. Karya terbaik tersebut disimpan dalam folder dokumen portofolio oleh siswa itu sendiri, di mana peran guru hanya sebagai pengarah. Karya anak didik juga diperlukan komentar dan refleksi dari pendidik serta orangtua peserta didik. Menurut Sumarna (2006) bahan yang dapat dijadikan  portofolio di sekolah adalah: pengharagaan tertulis, misalnya sertifikat kejuaraan, penghargaan lisan berupa catatan guru dalam waktu tertentu, hasil karya peserta didik, ringkasan hasil pekerjaan peserta didik, catatan peserta dalam kerja kelompok, hasil olah karya/pekerjaan terbaik peserta didik, catatan pihak lain yang relevan, hasil rekapitulasi kehadiran, hasil ulangan harian atau semester, prosentase tugas yang telah diselesaikan peserta didik, catatan pribadi siswa, daftar kehadiran, catatan peringatan dari guru, bahan-bahan audio visual, dan bahan lainnya berkenaan dengan reputasi siswa.

Pada situasi di mana perkembangan wabah covid-19 semakin mengkhawatirkan. Angka nasional konfirmasi penderita berdasarkan data taggal 24 Mei mencapai 22.271 kasus, terbesar kontribusinya dari DKI dan Jawa Timur khususnya Kota Surabaya. Tanggal yang sama angka penderita covid-19 di Propinsi Kalsel mencapai 601 kasus. Tertinggi di Kalsel Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu. Di mana terdapat 3,07 per 100.000 penduduk untuk Kabupaten Tanah Bumbu. 3,16 per 100.000 penduduk untuk Kota Banjarmasin. Angka yang cukup memprihatinkan! Masyarakat semakin takut dan panik. Dengan memperhatikan keadaan darurat sekarang ini, guru dapat merancang penilaian portofolio dengan menggunakan alternatif basis digital.

Bagaimana tekniknya? Guru tidak perlu interaksi tatap muka dengan anak didik. Guru cukup memandu dari jarak jauh dari guru rumah masing-masing, bekerja dari rumah. Kemudian disampaikan ke siswa melalui media sosial atau gawai anak didik. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19). Guru memberikan sebuah tantangan kepada anak didiknya untuk mengoleksi karya-karya dan pecapaiannya dalam satu semester. Ambilah pencapaian yang terbaik hasil kerja/karya yang telah mereka simpan. Buat dalam sebuah tayangan digital dan biarkan anak menggali potensinya.

Pada satu sisi lain anak didik diberi kepercayaan melakukan penilaian dengan jujur terhadap kemampuan pribadinya (self assessment). Manfaatnya sangat berguna untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak didik. Bukankah menumbuhkan percaya diri penting dalam pendidikan? Hasilnya diwajibkan di-share kepada guru misalnya dalam format audiovisual (vidio) bernarasi. Makin banyak karya/hasil kerja siswa makin baik, terlebih ada karya yang fenomenal, tentu semakin bernilai plus. Makin kreatif makin bagus, makin menarik makin bagus pula, dan makin cepat di-share-nya dalam satu rentang waktu yang ditentukan semakin bagus skornya. Tantangan seperti ini paling disukai anak didik, karena anak merasa cocok dengan dunia mereka, dunia digital era milenial! Vidio terbaik diumumkan dan diberi penghargaan misalnya sertifikat terbaik kesatu sampai dengan ketiga yang dibuat oleh guru mapel. Dibubuhkan cap stempel sekolah dan ditanda tangani kepala sekolah.

Diumumkan, sebut dan panggil anak didik untuk maju ke pentas, beri pujian bagi yang terbaik membuat vidio portofolionya. Biaya membuat sertifikat berkisar antara Rp500-Rp 1000 per lembar, sangat murah bukan? Sekolah membantu pengadaan bahan cetaknya. Komputer membuat mudah pekerjaan mencetak sertifikat. Cara ini sungguh efektif dan efisien serta sangat berkesan bagi anak didik. Anak didik kita termotivasi untuk selalu bersemangat berbuat yang terbaik. Selamat mencoba, mari bekerja dari rumah!

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya