SDN Hamalau 1 Raih Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah

Kandangan, KP – Sebuah prestasi membanggakan, SDN Hamalau 1 di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meraih piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah (PBKPKS) oleh Balai Besar Pengawasa Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin.

Bupati HSS Achmad Fikry, menyerahkan piagam tersebut kepada kepala SDN 1Hamalau 1 Muhammad Yuseri, Selasa (14/7/2020) di Ruang Kerja nya, Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten HSS. Penyerahan piagam itu, turut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSS Siti Erma.

Usaha yang telah diterapkan oleh SDN Hamalau 1, dalam menerapkan prinsip dasar keamanan pangan untuk kantin sekolahnya dalam mewujudkan pangan sehat, kini berbuah manis dengan diterimanya penghargaan itu.

Piagam itu merupakan suatu penghargaan yang diberikan oleh BBPOM di Banjarmasin, kepada sekolah yang telah mempunyai kantin dan menerapkan prinsip-prinsip dasar keamanan pangan, terutama terkait higienis dan sanitasi.

Bupati HSS Achmad Fikry, mengucapkan selamat atas diraihnya penghargaan itu. Ia berharap sekolah-sekolah lainnya di HSS, juga dapat termotivasi untuk meraih prestasi.

Berita Lainnya
1 dari 291
Loading...

Kepala SDN Hamalau 1, Muhammad Yuseri mengatakan piagam penghargaan itu diperoleh pihaknya, karena dianggap telah menerapkan prinsip dasar keamanan pangan di kantin sekolah.

“Awalnya kami memulai dari ikut lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten HSS. Setelah melalui proses penilaian, SDN Hamalau 1 alhamdulillah berhasil mendapatkan juara satu,” ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, SDN Hamalau 1 diikutkan kembali dalam sebuah upaya penyediaan keamanan pangan kantin sekolah. “Setelah melalui berbagai proses yang telah dilakukan oleh Balai Besar POM Banjarmasin mulai dari kegiatan intervensi, pendampingan, dan audit kantin serta evaluasi. Akhirnya diumumkan SDN Hamalau 1 meraih Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah,” terangnya.

Muhammad Yuseri berujar, bukan sebuah piagam atau pengakuan dari Badan POM yang menjadi tujuan utama pihaknya. Namun ia mengaku lebih bertujuan untuk memberikan, menerapkan dan menjamin prinsip- prinsip keamanan pangan untuk peserta didiknya.

“Jajanan-jajanan yang diragukan higienisnya, yang warna warni itu sekarang tidak masuk lagi di sekolah,” pungkasnya. (tor/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya