Jumlah Pelanggar Terjaring Patuh Intan Turun Drastis

Banjarmasin, KP – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2020, Jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin berhasil menjaring 2.082 pelanggar.

Dari jumlah itu, sebanyak 733 pelanggaran didominasi pengendara roda dua karena melawan arus.

Sementara itu, pelanggaran penggunaan helm sebanyak 538, dilanjutkan diposisi ketiga pelanggaran tentang marka rambu lalulintas sebanyak 457.

Kemudian disusul dengan pelanggaran surat menyurat, penggunaan HP saat berkendara dan beberapa pelanggaran lain.

Menurut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan didampangi Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf Mamuaya, selama operasi tersebut tingkat kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban jiwa turun 100 persen, jika dibanding saat berlangsungnya Operasi Patuh Intan 2019 lalu.

Berita Lainnya
1 dari 868
Loading...

“Jumlah pelanggar juga turun drastis dibanding pelanggar yang dijaring pada tahun lalu,” Jelas Rachmat pada saat konferensi pers, Kamis(6/8/2020).

Dikatakan Kapolresta, meski Patuh Intan telah berakhir, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas.

Sementara itu, ada yang berbeda dalam konferensi pers yang digelar di Halaman Mapolresta Banjarmasin tersebut.

Dimana, sepeda motor yang terjaring menggunakan knalpot tidak standar dilakukan pemotongan menggunakan alat pemotong (gerinda)

Hasil giat selama 14 hari, petugas lantas menjaring 56 knalpot brong dan langsung dipotong.

Menurut Gustaf Adolf Mamuaya, menurunnya jumlah pelanggar disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat. “Pada Operasi Patuh Intan 2019 jumlah pelanggar yang dijaring mencapai 4.000 pelanggar, pada tahun ini hanya 2.082 pelanggar,” ujarnya. (yul/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya